Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Liputan6.com)
Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohor memastikan tetap mempertahankan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina. Pernyataan itu disampaikan setelah Pertamina menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang salah satu agendanya ialah perombakan direksi.
Erick menyatakan Nicke dipilih kembali menjadi Dirut Pertamina karena kinerja dan performanya yang baik selama menjabat orang nomor satu di BUMN tersebut. Ke depan, Erick menargetkan Dirut berhijab pertama di Pertamina itu bisa menyiapkan 1 hingga 2 sub holding yang bisa melantai di Bursa Efek Indonesia.
" Diharapkan 2 tahun ke depan sub holding ini go public supaya transparan dan akuntabel. Target 2 tahun ke depan, Bu Nicke harus bisa go public-an 1 hingga 2 sub holding," ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Jumat 12 Juni 2020.
Erick menyatakan, Pertamina akan memiliki sub holding yang lebih terarah dan fokus kepada core bisnisnya.
" Jadi kita gabungkan unit yang sangat banyak di Pertamina jadi 1 kesatuan fokus bisnis. Misalnya, sub holding upstream atau hulu, kan banyak masing-masing," kata Erick.
Dengan banyaknya perusahaan dengan satu fokus bisnis, Erick mengakui kebijakan yang dijalankan jadi berbeda-beda dan tidak satu sinergi. Hal ini terbukti dari lifting minyak yang turun dari target.
Harapan Erick, jika anak usaha Pertamina dirapikan, maka sinergitas untuk mencapai tujuan perseroan akan tercapai dengan efektif.
" Salah satu buktinya, lifting minyak turun. Berarti apa yang harus dilakukan? Dengan kebijakannya disatukan, kita harap adanya sinergi untuk hal yang lebih detail, ini kan nggak bisa per hulu, harus bersama-sama," ujarnya.(Sah, Sumber: Liputan6.com)

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, terus membenahi institusi yang dipimpin. Langkah terbaru, Erick melakukan efisiensi dengan menyederhanakan jumlah BUMN.
Erick mengatakan, semula jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan. Kini, BUMN yang masih beroperasi sebanyak 107 perusahaan akibat konsolidasi.
" Ini akan kita turunkan terus kalau bisa ke angka 80," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI, disampaikan melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Dia mengatakan pandemi Covid-19 menjadi momen tepat untuk merestrukturisasi dan memperkuat posisi BUMN, baik keuangan maupun industri. Konsolidasi perusahaan dijalankan terutama pada sektor farmasi dan asuransi.
Untuk sektor farmasi, Erick menggunakan skema holding. PT Bio Farma (Persero) ditetapkan sebagai induk perusahaan dengan anggota yaitu PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.
Selain untuk efisiensi, holding ini bertujuan memperkuat kemandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk kesehatan.
Sementara untuk sektor asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau (BPUI) didapuk menjadi perusahaan induk. Anggotanya yaitu PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
Terbentuknya holding asuransi ini dilandasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
Erick menekankan ke depannya, efisiensi dan restrukturiasi BUMN terus ditingkatkan. Saat ini masih banyak BUMN yang memiliki lini bisnis yang sama dan berpotensi untuk dikonsolidasi.
" Bersama dengan Kementerian Keuangan, kami akan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai tata kerja pelaksanaan Tim Restrukturisasi BUMN. Saat ini, SKB sedang dikaji oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya kami juga akan berdiskusi dengan kementerian teknis terkait," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya