Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kembali Menguat Pada Penutupan Hari Ini.
Dream - Aksi mempercantik kinerja saham masih terus berlangsung jelang penutupan perdagangan tahun 2016. Aksi window dressing emiten ini memicu aksi beli saham sekaligus mengerek kinerja indeks syariah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 27 Desember 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 3,875 poin (2,34%) ke level 169,180.
Kenaikan signifikan juga dicetak Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 19,264 poin (2,91%) ke level 680,223.
Sepanjang perdagangan, sebanyak 120,98 miliar lembar saham telah ditransaksikan. Nilai transaksinya mencapai Rp4,04 triliun. Investor asing sudah mulai kembali mengoleksi saham-saham unggulan syariah dengan mencetak nett buy Rp91,94 miliar.
Meski turun dari perdagangan sebelumnya, nett buy pemodal asing juga tercatat pada indeks ISSi dengan nilai Rp 335 miliar.
Aksi beli investor di pertengahan pekan ini mendorong 160 saham syariah bertengger di zona hijau. Namun masih ada 47 emiten syariah, 1 diantaranya saham bluechips, yang turun harga.
Meningkatnya aksi beli investor membuat seluruh indeks sektoral berada di zona hijau. Kenaikan tertinggi dicetak indeks barang konsumsi yang menguat 2,75 persen. Disusul properti 2,61 persen, dan manufaktur 2,50 persen.
Saham UNVR menjadi pemuncak top gainer indeks saham bluechips syariah dengan melonjak Rp1.100. Diikuti UNTR yang naik Rp725, LPPF Rp700, INTP Rp500, dan ICBP Rp375.
Di jajaran top losser, hanya bertengger satu saham unggulan syariah yaitu INDF yang terkoreksi Rp50.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah juga ikut bergerak menguat. Ditutup di level Rp13.440 per dolar AS, kurs rupiah sore ini menguat 36 poin atau 0,27 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya