Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Sudah menyikat gigi dengan benar tapi mulut masih bau? Banyak orang yang kurang paham bahwa selain gigi, lidah juga harus dibersihkan.
Menyikat gigi ternyata baru mengangkat 50 persen bakteri yang ada di dalam mulut. Sisanya yang bersarang di permukaan lidah seringkali luput dari perhatian kita dan menjadi penyebab bau mulut masih melekat meski gigi sudah bersih.
Seorang dokter gigi di Vancouver, John D.Kling, menjelaskan bahwa campuran air liur dan bakteri di lidah menempel satu sama lain dan membentuk lapisan di atas permukaan lidah, yang dikenal sebagai plak.

Sayangnya menyingkirkan plak di lidah tidak cukup dengan berkumur saja, meskipun menggunakan obat kumur. Hanya lapisan terluar plak yang akan luruh sementara sisanya masih melekat di permukaan lidah.
Jika tidak dibersihkan dengan baik, maka yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:
1. Lapisan bakteri di lidah akan menjadi lebih padat saat kamu tidak menyikatnya, sehingga membuat lidah menjadi rasa dan tidak berselera saat mencicipi makanan.
2. Lidah akan nampak seperti ditumbuhi bulu hitam karena terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman berwarna. Seperti kopi yang membuat lidah terlihat gelap dan berbulu permanen.
3. Meski biasanya infeksi jamur biasanya dikaitkan dengan organ genital, namun juga dapat memengaruhi kesehatan mulut. Infeksi jamur bisa semakin berbahaya jika kamu tidak menyikat lidah.
4. Kotoran putih-putih pada lidah dapat menyebar ke gigi dan gusi sehingga menyebabkan pembengkakan gusi yang dikenal sebagai penyakit peridoental.
Sama seperti gigi, lidah juga harus dijaga kebersihannya. Cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan alat khusus pembersih lidah. Dengan mengikis plak di lidah, kesehatan rongga mulut akan lebih baik.
Bakteri yang menempel di lidah menimbulkan kerusakan yang sama dengan yang menempel di gigi.

Bersihkan lidah dua kali sehari saat menyikat gigi, tapi jangan menggunakan sikat gigi. Sikat gigi bisa menimbulkan kerusakan pada kuncup-kuncup lidah yang berfungsi sebagai indera perasa. Sebaiknya gunakan alat penggosok lidah yang sudah banyak beredar di pasaran.
Caranya tarik alat penggosok dari pangkal lidah ke depan dalam satu gerakan. Lakukan dengan perlahan dan ulangi 2-3 kali sampai lidah terasa bersih. Terakhir, kumur dengan air bersih untuk membilasnya.
Pastikan untuk membersihkan lidah setidaknya satu hari sekali, khususnya di pagi hari. Namun, akan lebih baik lagi jika dilakukan setiap kali habis sikat gigi di pagi dan malam hari.
Menjaga kebersihan sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab, menjaga kebersihan mendatangkan banyak keuntungan, seperti tubuh yang sehat, dan mendatangkan ridha Allah SWT.
Selain tubuh, mulut dan gigi juga harus diperhatikan kebersihannya.

Rasulullah SAW diketahui membersihkan gigi dan mulutnya dengan menggunakan siwak. Secara ilmiah, siwak telah terbukti mampu membersihkan sela-sela mulut dan gigi dengan baik. Sayangnya penggunaan siwak menurun seiring hadirnya pasta gigi yang dianggap lebih praktis.
#WaktunyaHijrah dengan pasta gigi Sasha Halal Toothpaste yang mengandung serpihan siwak asli. Kini Sahabat Dream dapat kembali menghidupkan salah satu dari empat sunah para Rasul, yaitu minyak wangi, menikah, malu, dan bersiwak.
Selain sunah, penggunaan siwak juga memiliki banyak manfaat. Siwak dapat merangsang produksi lebih air liur (saliva), dimana saliva bermanfaat dalam melindungi & membersihkan mulut. Selain itu sebagai anti decay agent (zat anti pembusukan) yang menurunkan jumlah bakteri mulut dan mencegah proses pembusukan.
Sasha Halal Toothpaste mengandung flouride yang membantu mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan kekuatan gigi. Tersedia dua pilihan pasta gigi.

Sasha Herbal dengan kandungan esktrak sirih untuk menjaga kekuatan gigi, dan Sasha Whitening dengan kandungan lemon dan garam, yang akan membuat gigi lebih putih, sehat, kuat, serta nafas segar dan tahan lama.
Yuk, #HijrahBarengSasha. Selain mulut jadi lebih bersih, insya Allah hidup juga lebih berkah. Saatnya tegakkan hijrah menjadi kebiasaan yang menghidupkan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Sasha Halal Toothpaste, Sahabat Dream bisa mengunjungi instagram Sasha (@SashaIndonesia) dan Facebook Sasha Pancaran Aura Islami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya