Bagi-bagi Vitamin C Gratis di Tengah Pandemi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 20 November 2020 09:41
Bagi-bagi Vitamin C Gratis di Tengah Pandemi
Begini usaha perusahaan ini dalam menjaga imunitas konsumennya.

Dream - Jumlah tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Indonesia berada di peringkat ke 15 dari 219 negara di dunia. Dengan kasus sembuh sebesar 402,347 jiwa per 18 November 2020.

Melihat total akumulasi kasus terkonfirmasi sebanyak 478,720 kasus, dapat dikatakan tingkat kesembuhan di Indonesia meningkat sebanyak 84.0% dari kasus terkonfirmasi sebesar 60,870 jiwa.

Tingkat kesembuhan yang tinggi ini, menjadi harapan bagi para pasien positif yang masih dalam penanganan ataupun pasien tanpa gejala.

Melihat data tersebut, membuat IUIGA, perusahaan alat rumah tangga premium, ingin memberikan perhatian lebih. Caranya, dengna memperhatikan dan menjaga kesehatan para pelanggannya.

Karena dalam kondisi saat ini, selain menjaga kebersihan dan menjaga jarak, ketahanan daya tubuh juga diperlukan. IUIGA bekerjasama dengan Konimex untuk membagikan Vitamin C kepada para seluruh pelanggan.

" Kami merasa harus mengambil andil dalam menjaga kesehatan para pelanggan kami. Dimulai dari yang paling sederhana, kami akan membagikan vitamin C di setiap pembelian produk IUIGA tanpa minimum pembelanjaan," ujar William Firman, Managing Director IUIGA Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis 19 November 2020.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

China dan AS Suntik Pasien Pakai Vitamin C Dosis Tinggi, Bisa Bunuh Corona?

Dream - Dokter dan ilmuwan di seluruh dunia berusaha mencari cara untuk menghentikan penularan virus corona baru yang menyebabkan Covid-19.

Terbaru, para pasien Covid-19 diberi vitamin C dengan dosis yang tinggi sebagai salah satu cara efektif untuk menyembuhkan penyakit yang belum ada obatnya ini.

Tetapi, beberapa ahli medis memperingatkan bahwa tidak ada bukti yang mendukung vitamin C dengan dosis tinggi sebagai pengobatan yang valid untuk membendung Covid-19.

2 dari 4 halaman

Sebelumnya, Newsweek melaporkan pada hari Kamis, 26 Maret 2020, bahwa vitamin C dengan dosis tinggi diberikan kepada pasien Covid-19 di rumah sakit di New York, Amerika Serikat.

Menurut laporan majalah AS itu, vitamin C disuntikkan ke pasien dalam dosis yang jauh lebih tinggi dari normal. National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan dosis untuk pasien laki-laki sebanyak 90 miligram per hari. Sedangkan untuk pasien wanita dosisnya mencapai 75 miligram per hari.

3 dari 4 halaman

Perawatan serupa juga sedang diuji coba di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei di China, yang menjadi tempat pertama kalinya virus corona baru terdeteksi.

Rumah Sakit Union, yang merupakan tempat merawat pasien Covid-19 parah dalam jumlah besar di Wuhan, mengatakan pihaknya juga telah mencoba terapi tersebut.

" Kami juga melakukan terapi itu, bersama dengan obat lainnya karena sebagian besar dari mereka dalam kondisi parah," kata Profesor Liu Shi, dokter di RS Union.

4 dari 4 halaman

Sementara itu, Profesor Yang Jinkui, dari Rumah Sakit Tongren di Beijing, mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan vitamin C sebagai obat terapi penderita Covid-19.

Setiap saran yang mengatakan bahwa vitamin C bisa menjadi obat yang efektif untuk Covid-19 adalah 'sama sekali tidak berdasar'.

" Dalam pemahaman saya, itu mungkin berfungsi sebagai plasebo karena belum ada obat khusus untuk penyakit baru ini,” kata Yang.

Wang Xiaogang, seorang dokter di Rumah Sakit Beijing, yang telah merawat pasien Covid-19 di Wuhan, pun sependapat dengan Yang.

" Tidak ada bukti klinis untuk membuktikan bahwa vitamin C benar-benar membantu. Ini adalah sesuatu yang sia-sia," kata Wang.

Sumber: SCMP

Beri Komentar