Bhut Jolokia Pepper (Foto: Wikipedia/Asit K. Ghosh)
Dream - Seorang pria dari California baru-baru ini menemukan alasan mengapa Bhut Jolokia Pepper dijuluki Ghost Pepper.
Dia hampir kehilangan nyawanya setelah makan burger di sebuah kontes. Dalam kontes itu, burger yang disediakan telah ditaburi saos yang terbuat dari salah satu cabai paling pedas di dunia, Ghost Pepper.
Ghost Pepper adalah lada kemasan dengan tingkat kepedasan lebih dari 1.000.000 Scoville Heat Units (SHU). Skala Scoville merupakan standar untuk mengukur tingkat kepedasan pada cabai.
Sebagai perbandingan, Chilli Padi, yang banyak dijumpai di Singapura, memiliki kadar SHU 'hanya' 200.000.
LiveScience melaporkan, setelah menyelesaikan kontes, pria 47 tahun itu langsung menenggak enam gelas besar air untuk menghilangkan rasa pedas di kerongkongannya. Namun minuman itu tidak membantunya banyak.
© Dream
Dream - Pria itu malah mulai muntah-muntah disusul nyeri parah pada perut dan dada. Akibatnya, dia dibawa ke gawat darurat sebuah rumah sakit.
Di sana, hasil pemindaian CT mengungkapkan robekan sepanjang 2,5 cm di kerongkongan dan paru-paru kirinya kempis, kata sebuah artikel di Journal of Emergency Medicine.
Dia didiagnosis dengan ruptur esofagus spontan. Sebuah kondisi langka yang bisa membunuhnya jika tidak segera ditangani.
Pria itu segera dibawa ke ruang operasi untuk memperbaiki kerongkongannya yang robek dan memulihkan paru-parunya yang kempis.
© Dream
Dream - Untuk makan setiap harinya, dokter harus memasukkan selang makanan ke dalam tubuhnya. Pria itu baru diperbolehkan pulang setelah 23 hari dirawat di rumah sakit.
Cabai mengandung zat capsaicin, yang bisa membuat indera pengecap kita tersengat rasa pedas. Sehingga kita akan berusaha 'memadamkannya' dengan minum air.
Meskipun kebanyakan dari kita secara naluriah akan meraih air dingin, namun susu sebenarnya adalah pilihan yang lebih baik.
Susu akan mengikat capsaicin dan membawanya pergi.
Menurut laporan Discovery, air dingin dapat memberikan solusi singkat tetapi memperpanjang rasa pedas karena menyebarkan capsaicin di dalam mulut.
(Ism, Sumber: health.asiaone.com)
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


Elektabilitas Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 dalam Berbagai Survei, Mengapa Bisa Kalahkan Prabowo?

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia
