BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah kesehatan bisa muncul karena kurang tidur atau tidur tapi tidak berkualitas. Terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang yang serba tidak pasti dan kecemasan seakaan menular.
Tidur dengan nyenyak bagi sebagian orang sangat sulit dilakukan. Saat waktu tidur tiba, mata sulit terpejam karena otak terus memikirkan banyak hal. Tak hanya itu, seringkali terbangun dan otak seakan tak mau berhenti bekerja.
Sahabat Dream mengalaminya? Jika iya, ada trik untuk membuat otak tertidur agar kondisi fisik dan psikologis bisa beristirahat dan kesehatan tetap terjaga. Simak caranya.
Terbangun dan memikirkan apa yang harus dilakukan, akan membuat kita gelisah dan ingin menyelesaikannya saat itu juga. Sayangnya hal itu tak bisa dilakukan karena tengah malam.

Otak lalu terus berpikir. Bagaimana mengurangi kecemasan dan menurunkan ritme kerja otak? Buatlah daftar apa yang harus dilakukan. Bisa juga membuat daftar hal yang membuat khawatir. Tuliskan dalam sebuah buku/ jurnal dan kamu bisa menengoknya lagi esok hari.
Tetap di tempat tidur lalu mata tak kunjung terpejam adalah ide yang buruk. Jika kamu berbaring lebih dari 20 hingga 30 menit dan tak kunjung tidur, beranjaklah. Pindah ke ruangan lain.

" Jika mencoba untuk tidur dan otak tidak membiarkan, mungkin saja kamu tidur terlalu dini," kata Cormac O'Donovan, MD, profesor neurologi di Wake Forest Baptist Medical Center, dikutip dari Health.
Lakukan aktivitas lain sampai benar-benar lelah dapat membantu kita menemukan pola tidur yang paling cocok. Jadi, otak dan tubuh lelah dulu baru tidur.
Kita tidak dapat menghentikan otak untuk berpikir, tetapi dapat mengalihkannya dengan berfokus pada sesuatu yang netral. Salah satu caranya adalah membaca buku fisik dan bukan dari tablet/ ponsel.

" Baca sesuatu yang akan mengalihkan pikiran dari apa pun yang dikhawatirkan, cari bacaan ringan yang menghibur atau menenangkan," kata Donovan.
Tidak banyak penelitian yang tentang terapi suara, tetapi mungkin patut dicoba. Coba unduh aplikasi natural sound yang memiliki banyak stok suara alam, seperti suara hutan, burung, angin, air dan berbagai suara lainnya. Beberapa orang merasa lebih rileks dan fokus terhadap suara dan membantu tidur jadi lebih lelap.
Sumber: Health
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
