BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ian Haydon Menjadi Salah Satu Relawan Yang Menjalani Uji Coba Vaksin Covid-19. (Foto: Ian Haydon)
Dream - Seorang pemuda yang menjadi sukarelawan dalam uji coba vaksin Covid-19 mengungkapkan pengalaman yang cukup membuat merinding siapa saja yang mendengarnya.
Ian Haydon, 29 tahun, mengaku sebagai satu dari empat sukarelawan yang menunjukkan reaksi buruk selama uji coba vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Moderna.
Namun reaksi imun tubuh buruk yang dirasakan oleh Haydon saat menjalani uji coba vaksin Covid-19 ini dianggap Moderna sebagai temuan awal yang 'positif'.
Dilansir New York Post, manajer komunikasi asal Seattle ini mengatakan badannya menggigil dalam beberapa jam setelah pulang ke rumah usai mendapat suntikan kedua. Saat bangun pagi keesokan harinya, suhu badannya meninggi jadi 39.5 derajat Celcius.
Selain itu, dia juga merasa mual-mual dan seluruh otot-ototnya sakit. Karena khawatir, kekasihnya menelepon Moderna yang menyarankan membawa Haydon ke ruang ICU milik perusahaan farmasi itu. Mereka tiba di sana jam 5 pagi waktu setempat.
Haydon mengatakan dia menolak tawaran untuk dibawa ke rumah sakit setempat. Sebaliknya, dia pulang ke rumah untuk beristirahat dengan hanya minum Tylenol.
Namun, meski sudah tidur beberapa jam, suhu tubuhnya masih tinggi, sekitar 38,6 derajat Celcius. Dia juga merasa sangat mual, dan akhirnya muntah di kamar mandi.
Tidak hanya itu, Haydon kemudian jatuh pingsan dalam perjalanan kembali ke kamar tidur. Beruntung pacarnya selalu menemani sehingga kepala Haydon tidak sampai membentur lantai.
Setelah menghubungi dokter di pusat penelitian untuk kedua kalinya, ia akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah dan beristirahat. Demam tubuhnya turun malam itu.
Haydon awalnya menyembunyikan drama reaksi imun tubuhnya terhadap vaksin Covid-19 buatan Moderna. Dia hanya memberi tahu Anderson Cooper dari CNN bahwa hidupnya 'cukup mengerikan selama 24 jam terakhir'.
Dia takut mengungkapkan kengerian yang dideritanya karena dia khawatir kisahnya ini bisa memicu orang-orang menjadi 'anti vaksin'.
" Saya mengerti bahwa berbagi cerita ini akan menakutkan bagi sebagian orang. Saya harap ini tidak memicu pertentangan apa pun terhadap vaksin secara umum atau bahkan terhadap vaksin ini," katanya.
Haydon menekankan dia menerima dosis tertinggi selama uji coba, yaitu 10 kali lebih kuat dari yang lain. Dia juga telah diberitahu bahwa 'tidak akan lagi menjalani uji coba.'
“ Vaksin merupakan satu-satunya obat yang paling penting untuk saat ini. Tidak ada kegagalan di sini - ini adalah alasan utama mengapa kami melakukan uji klinis,” katanya melalui cuitan di Twitter.
Dia juga mengatakan meski sakitnya terdengar parah tapi tak sampai mengancam jiwanya. Haydon bahkan sangat optimis dengan terobosan yang dilakukan vaksin selama uji coba.
" Apa yang saya alami tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, atau mereka yang sedih karena kehilangan orang yang dicintai akibat pandemi ini," katanya.
Uji coba yang dijalankan besama National Institute of Allergy and Infectious Diseases melibatkan 45 relawan antara usia 18 dan 55 tahun.
Hasil awal menunjukkan vaksin menciptakan antibodi dengan kadar yang sama dengan atau melebihi yang ditemukan pada pasien pulih dari Covid-19.
CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan kepada Bloomberg bahwa hasilnya 'bisa lebih baik dari yang diharapkan'.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
