Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Dream - Baca berita tentang risiko penyakit kritis, serem banget ya? Bahkan, menurut data dari Basic Health Research tahun 2015, angka kematian yang tinggi di Indonesia itu disebabkan oleh penyakit kritis. Nggak tanggung-tanggung total ada 1,5 juta kematian lho di tahun 2014. Mulai merinding? Makin seram lagi kalau kamu baca ulasan selanjutnya berikut ini.
Penyebab kematian terbesar di Indonesia
Penyebab angka kematian yang tinggi ternyata bukan faktor usia, tapi penyakit kritis, lho. Bahkan, penyakit ini nggak hanya menyerang orang lanjut usia aja, tapi juga kalangan muda. World Health Organization (WHO) juga bilang kalau setiap tahunnya ada lebih dari 36 juta kematian. Presentase ini mencapai 63% dari angka kematian global. Penyakit kritis penyebab kematian tertinggi adalah jantung, kanker dan stroke.
Risiko terkena sangat besar
Risiko terkena penyakit kritis ini ternyata cukup besar di Indonesia, tidak pandang usia lagi. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak, kurangnya kesadaran olahraga, stres hingga kerja overtime karena kurang istirahat.
Pola hidup seperti itu yang membuat berbagai penyakit kritis gampang menjangkit. Nggak hanya jantung, kanker dan stroke saja. Tapi juga, hipertensi, liver hingga penyakit pernafasan kronis. Tidak ingin hal tersebut terjadi dengan kamu kan, makanya mulai hidup sehat yuk!
Biaya pengobatan yang mahal
Pengobatan untuk penyakit kritis juga nggak murah, lho! Biaya dokter spesialis, cek laboratorium hingga penanganan lanjutannya begitu besar. Belum lagi biaya rawat jalan rutin untuk memastikan tubuh dalam keadaan fit. WHO juga menyebutkan kalau penyakit kritis menimbulkan kerugian finansial bagi banyak orang. Hmm, ada nggak ya asuransi yang bisa kasih perlindungan terhadap penyakit kritis?
Menurut catatan Prudential Indonesia, klaim terbanyak datang dari penyakit jantung, kanker dan stroke. Bahkan, sampai 30 Juni 2016, klaim untuk penyakit kritis nambah terus hingga 18%. Melihat kebutuhan masyarakat ini, Prudential Indonesia meluncurkan PRUcrisis cover benefit plus 61.
Produk ini merupakan asuransi jiwa tambahan di Indonesia yang memberikan perlindungan bagi 61 kondisi kritis, termasuk kanker, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke,dan angioplasty(prosedur non-bedah) yang tidak mengurangi uang pertanggungan dasar.
PRUcrisis cover benefit plus 61 memberikan manfaat kematian baik akibat kematian karena kondisi kritis atau bukan. Asuransi ini juga disediakan dalam bentuk konvensional ataupun syariah. Pilih saja yang paling cocok ya. Melihat seramnya risiko penyakit kritis, yuk mulai lakukan pola hidup sehat sekarang. Lindungi diri juga dengan PRUcrisis cover benefit plus 61 yang bisa selalu diandalkan.
Untuk informasi lengkapnya dapat menghubungi Tenaga Pemasar Prudential, atau klik di sini. Yuk bikin hidup makin happy tanpa penyakit kritis, Sahabat Dream!
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih