Wah! Hirup Lama Aroma Makanan Berlemak Bikin `Ilfil` Selera Makan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 21 Januari 2019 17:43
Wah! Hirup Lama Aroma Makanan Berlemak Bikin `Ilfil` Selera Makan
Bisa dijadikan trik untuk diet.

Dream - Pernahkah kamu melintas tukang sate yang sedang membakar hidangannya dan perut langsung merasa keroncongan. Aroma makanan berlemak memang bisa bikin kita langsung tergoda untuk mencicipinya.

Bukan hanya itu, kita langsung memakannya dalam porsi besar. Tak heran jika banyak orang 

Sebuah penelitian tim dari University of South Florida, menermukan jika menghirup makanan berlemak lebih dari dua menit bisa menghilangkan keinginan untuk makan makanan tersebut.

Namun hasil berbeda terjadi jika mengendus aroma makanan itu dalam periode singkat. Aroma yang terhirup akan langsung membangkitkan nafsu makan.

Para asli juga menunjukkan hasil penelitian menghirup aroma makanan yang lebih lama bisa mencegah kita makan berlebihan. Tentu ini kabar baik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan.

Teknik menghirup makanan lebih lama ini bisa menjadi metode baru untuk menjaga proses diet yang lebih sehat.

" Aroma dapat menjadi alat yang ampuh untuk melawan keinginan mengidam makanan yang berlemak tinggi. Faktanya, rangsangan sensorik halus seperti aroma bisa lebih efektif dalam mempengaruhi pilihan makanan anak-anak dan orang dewasa," ujar Dipayan Biswas, salah satu peneliti seperti dikutip dari Science Alert.

1 dari 1 halaman

Menghirup Singkat Justru Picu Penasaran

Tes laboratorium menunjukkan bahwa, menghirup aroma dengan cepat memiliki efek sebaliknya. Meskipun hanya sebentar mencium aroma kue, membuat kita cenderung dua kali lebih mungkin untuk memilih pilihan makanan yang tidak sehat.

 Resep Steak Lada Hitam © MEN

Hal ini dibandingkan jika menghirup aroma yang sama lebih dari satu hingga dua menit. Menghirup aroma makanan yang cepat seperti 'merayu' otak untuk mencicipinya, sedangkan aroma yang lebih lama sama baiknya dengan memakannya.

" Ini terjadi karena aroma yang terkait dengan makanan yang memanjakan memenuhi sirkuit 'hadiah' di otak. Pada gilirannya dapat mengurangi dorongan untuk mengkonsumsi makanan tersebut," kata Biswas.

Laporan Mega Rasmiyati

Beri Komentar