Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Mubin Safaan Sanadi Dan Toyimah Ahmad Ngali (jateng.kemenag.go.id)
Dream - Ini kisah pasangan senja yang berangkat ke Tanah Suci dari Solo. Mereka adalah Mubin Safaan Sanadi dan Toyimah Ahmad Ngali. Asal Boyolali.
Usia mereka boleh saja lanjut. Sudah 91 tahun. Umur Toyimah bahkan lima bulan lebih tua. Kulit keduanya pun sudah keriput. Tapi lihatlah. Mereka masih bersemangat ke Tanah Suci. Gurat usia di paras tak mampu menutup aura bahagia.
“ Alhamdulillah saget minggah haji, Alhamdulillah ya Alloh nggih mas (Alhamdulillah bisa naik haji, Alhamdulillah ya Alloh ya mas),” kata Toyimah, dikutip dari laman jateng.kemenag.go.id, Rabu 1 Agustus 2018.
Pukul sepuluh pagi itu, pasangan renta yang tergabung pada kloter 51 Embarkasi Solo ini tiba di asrama. Mereka tergabung dengan 355 jemaah dan lima petugas dari Boyolali. Keduanya jadi jemaah calon haji tertua di kloter itu.
Toyimah mengaku sangat bahagia. Meski harus mengurus sang suami karena secara fisik jauh lebih lemah darinya, dia berjanji tak akan merepotkan orang lain selama di Tanah Suci. Dia bertekad mengurus sang suami sekuat tenaga.
“ Ngladeni bojo kanti ikhlas niku jalaran Allah paring sehat kalih kulo. (Melayani suami dengan ikhlas itulah penyebab Allah memberikan kesehatan kepada saya),” Kata Toyimah semabri menyuapi suami tercinta.
Ibu dari lima anak dan 23 cucu ini mengaku tidak mengonsumsi obat maupun jamu untuk menjaga kesehatannya. Satu-satu kunci sehat, kata dia, adalah menerima pemberian Allah dengan ikhlas dan terus bersyukur.
“ Kulo kalih mbah kakung wes sepuh nanging kulo mboten bade ngrusuhi rencang jamaah sanese. (Saya dan kakek sudah tua tetapi kami tidak akan merepotkan jamaah yang lain),” tegas Toyimah.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha