`Megelicikan Aquran`, Tradisi Unik Muslim Kampung Bugis-Bali

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 25 Oktober 2015 19:01
`Megelicikan Aquran`, Tradisi Unik Muslim Kampung Bugis-Bali
Tradisi ini merupakan warisan leluhurnya secara turun temurun. Tradisi bermula saat penduduk Kampung Bugis terjangkit penyakit lever.

Dream - Hari menjelang sore. Ratusan orang terdiri dari anak-anak, remaja, orangtua, lelaki, dan perempuan, berbaris rapi. Mereka kemudian melantunkan Salawat Nabi. Sejurus kemudian, mereka berjalan mengelilingi desa.

Inilah tradisi `Megelicikan Alquran` di Kampung Bugis Desa Serangan, Denpasar, Bali. Hari itu merupakan tradisi di mana ratusan orang Kampung Bugis berjalan mengitari kampung untuk membawa Alquran tua peninggalan leluhur warga Bugis di sini.

Muhadi, tokoh masyarakat Kampung Bugis, menceritakan, tradisi ini merupakan warisan leluhurnya secara turun temurun. Tradisi bermula saat penduduk Kampung Bugis terjangkit penyakit lever. " Hampir merata warga yang terkena penyakit itu," kata Muhadi, Jumat 23 Oktober 2015.

Musibah itu membuat warga Kampung Bugis memutuskan mengarak Alquran untuk menyembuhkan warga. " Megelicikan itu membawa keliling. Jadi waktu itu diputuskan oleh leluhur kami untuk membawa Alquran ini keliling kampung," cerita dia.

Muhadi yang juga Kepala Lingkungan Kampung Bugis itu melanjutkan, usai dibawa keliling kampung, warga yang terserang penyakit lever satu demi satu sembuh. " Sejak saat itu tradisi ini terus dilakukan tiap tahun," tambah Muhadi.

Sayang, dia tak tahu persis kapan tepatnya tradisi itu mulai dilakukan. Yang diingatnya, tradisi ini dilakukan sekali dalam setahun, yaitusembilan hari setelah 1 Muharram, yang menjadi awal tahun baru Islam.

" Kalau kapannya tradisi ini dilakukan, sudah sejak dahulu kala. Tapi yang jelas, tradisi ini digelar sembilan hari setelah 1 Muharram," terang dia.

Hari itu, Dream.co.id berkesempatan menyaksikan tradisi unik tersebut. Di depan tampak anak-anak kecil berpakaian serba Islami. Di barisan depan setelah anak-anak kecil, tampak tiga orang berdiri barbaris rapi ke samping. Pria di tengah menjunjung Alquran kuno peninggalan leluhur. Alquran ini merupakan kitab yang diarak keliling kampung saat tradisi ini pertama kali muncul.

Pria di samping kanan dan kiri membawa bendera. Sebelah kanan bendera Merah Putih, sebelah kiri bendera perkumpulan di Masjid Assyuhada, Kampung Bugis Serangan.

Sambil berjalan kaki mengelilingi kampung, mereka melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Sesekali memanjatkan Salawat Nabi. Acara diakhiri dengan pembacaan doa di depan masjid bersejarah tersebut.

(Ism, Laporan: Berry Putra, Bali)

Baca Juga: Keindahan Alam NTT Saingi Texas 8 Perpustakaan `Pelangi` untuk Murid-murid di Flores Wisata Perbatasan ke Timur Indonesia `Tour de Timor`, Jelajah Alam di Etape Timur Indonesia Salah Renovasi, Situs Bersejarah Diolok Mirip `SpongeBob` Menengok Tempat Rasulullah Mengasingkan Diri Dubai Tawarkan Surga Wisata Dunia Kado Manis Setahun Jokowi: RI Jawara `World Halal Travel` Suku Bajo Terancam Punah Hotel Marshanda Raih `World Halal Travel Awards 2015` Misteri Negeri Kanaan, Palestina di Masa Lalu Lombok Didaulat Jadi Tempat Bulan Madu Halal Terbaik Dunia

Beri Komentar