Museum Buya Hamka (Sumber: Wikipedia.org)
Dream - Kondisi geografis Sumatra Barat yang berkelok-kelok menciptakan keindahan alam yang sangat indah. Begitu pula saat berkunjung ke danau maninjau, para pengguna jalan akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang menikung hingga 44 kali. Sehingga daerah ini sangat melegenda dengan istilah Kelok Ampek Puluh Ampek.
Selain wisata alam, para pengunjung akan dibawa untuk belajar sejarah Islam. Sebuah tokoh agama besar, Buya Hamka terlahir di sini. Kemudian untuk mengenang sejarah perjuangan Buya dibangunlah sebuah museum di tepian danau Maninjau.
Museum ini dibangun pada tahun 2000 silam, dan diresmikan setahun kemudian. Dibentuk menyerupai rumah bagonjong dengan atap runcing serupa tanduk kerbau. Menghadap barat dan berdiri di atas ketinggian lebih dari lima kilometer. Selebihnya baca info mengenai museum ini di sini. (ism)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah