Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Ilustrasi (FOTO: Shutterstock)
DREAM.CO.ID - Seiring pengetahuan yang semakin luas dan kemudahan akses informasi, masalah kesehatan mental belakangan sudah bukan menjadi perbincangan yang tabu. Para remaja hingga dewasa bisa membicarakan masalah kesehatan mental mereka kepada para ahli dan tak perlu malu menyembunyikannya dari orang lain.
Sayangnya masih ada segelintir orang yang memandang negatif masalah kesehatan mental ini. Sama seperti masalah kesehatan lainnya, persoalan mental tak bisa dipandang sepele. Terlebih pemicu gangguan kesehatan mental bisa dikarenakan berbagai alasan.
Adanya pandangan negatif ini membuat mereka yang mengidap kesehatan mental jadi merasa sendirian.
Beruntung semakin banyak pula orang yang peduli dengan kehidupan orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental. Mereka tak lagi merasa sendirian karena banyak orang yang dengan suka rela merangkulnya. Dirangkum dari berbagai sumber, simak ulasannya berikut ini.
Into the Light Indonesia
Into the Light Indonesia merupakan komunitas yang peduli pada masalah mentah health. Berbasis anak muda, komunitas ini aktif melakukan advokasi, kajian, dan juga edukasi guna mencegah bunuh diri.
Dibentuk pada tahun 2013, komunitas ini hadir dengan tujuan ingin menghapus stigma negatif mengenai masalah mental terutama pada orang yang miliki keinginan bunuh diri di masyarakat. Harapannya, jika ada gelagat untuk mengakhiri hidup bisa dicegah.
Memiliki motto 'Hapus Stigma, Peduli Sesama, Sayangi Jiwa', komunitas ini menyediakan layanan konsultasi dan juga aktif menyelenggarakan edukasi. Salah satu tema yang dibahas mengenai apa yang bisa dilakukan jika seseorang mengalami gejala gangguan kesehatan mental.
View this post on Instagram
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia adalah komunitas mentah health yang fokus pada edukasi dan pelayanan pengidap skizofrenia. Di mana skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan halusinasi.
Tak hanya memberikan edukasi, KPSI juga memberikan dukungan dari berbagai aspek seperti legal dan hukum. Komunitas ini pertama kali dibentuk dari grup Facebook tahun 2009 dan terus berkembang hingga saat ini.
View this post on Instagram
Bipolar Care Indonesia
Komunitas kesehatan mental lainnya ada Bipolar Care Indonesia. Komunitas ini merupakan wadah bagi para penyintas bipolar, caregiver bipolar dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap penyakit ini.
Berdiri sejak 27 Mei 2013, komunitas ini hadir dengan misi meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat pada gangguan bipolar, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gangguan bipolar, dan mendorong pengidap bipolar terus berkegiatan positif.
View this post on Instagram
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya