Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Teriak/ Foto: Pexels
Dream - Stres apapun pemicunya butuh dirilis atau diturunkan levelnya dan tak boleh didiamkan begitu saja dalam pikiran, karena bisa berujung jadi penyakit mental dan juga fisik. Untuk merilis stres bisa dilakukan dengan beragam cara positif, seperti konsultasi ke psikolog, menjalani hobi, nonton film, olahraga, ngobrol bareng teman dan masih banyak lagi.
Salah satu cara yang mungkin menginspirasi Sahabat Dream, adalah dengan teriak bareng seperti yang dilakukan komunitas Scream Club di Chicago, Amerika Serikat. Komunitas ini sedang hits banget di berbagai kalangan baik milenial maupun gen Z.
Awalnya komunitas teriak bareng ini dibuat oleh pasangan Manny Hernandez dan Elena Soboleva. Saat itu mereka sedang berjalan-jalan di tepi Danau Michigan di tengah pekn yang begitu berat untuk dilewati. Hernandez mendapatkan ide untuk berteriak dan mengajak Soboleva.
“ Kamu ingin berteriak ke arah danau? Kataku pada kekasihku,” ujar Hernandez.
Mereka lalu melakukannya dan di lain waktu mereka mengundang teman dan bahkan orang yang tak dikenal untuk berteriak bersama. Komunitas ini lalu diberi nama Scream Club.
Pada Juni 2025 mereka membuat akun Instagram @screamclubchi, dan membuat pengumuman umumkan bahwa mereka akan bertemu di dermaga setiap hari Minggu. Akun itu langsung mendapat ribuan pengikut dan menarik perhatian media lokal.
Kini, komunitas sudah begitu besar sehingga mereka memerlukan pengeras suara untuk mengatur teriakan bersama. Ternyata untuk berteriak ada `ritual`khusus.
Pertama peserta akan berkumpul jam 7 malam dan berjalan bersama ke dermaga lalu menuliskan beban pikiran di kertas ramah lingkungan. Kedua ada latihan pernapasan yang dipimpin Hernandez.
Ketiga, kertas yang berisi beban pikiran dilempar ke air sebagai simbol pelepasan. Baru keempat peserta berteriak, sebanyak 3 kali.
" Setelahnya, semua orang saling tos dan berpelukan. Indah sekali," kata Hernandez.
Melalui gerakan ini, Hernandez dan Soboleva berharap semakin banyak orang bisa merasa bahwa mereka tidak sendiri. Terkadang, satu teriakan bersama bisa menjadi langkah awal untuk membuka percakapan yang selama ini sulit dimulai.
Kira-kira kalau komunitas ini ada di Indonesia, paling enak teriak rame-rame di mana menurut Sahabat Dream?
Sumber: People.com
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya