Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Komunitas Hong, Lestarikan Permainan Tradisional Indonesia
DREAM.CO.ID - Di tengah menjamurnya tontonan hiburan di media sosial, Komunitas Hong masih berdiri melestarikan berbagai permainan tradisional Indonesia.
Komunitas ini berdiri sejak 2003, digagas oleh Zaini Alif yang berasal dari Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung.
Berawal dari kesenangan Zaini dengan permainan tradisional dan kerinduannya akan masa kecilnya, terbentuklah Komunitas Hong.
Zaini juga kerap menciptakan berbagai permainan, Kekeran adalah mainan pertama kali yang dibuat Zaini. Ini merupakan mainan sejenis kipas angin sederhana yang terbuat dari biji pohon karet dan kluwak yang dipakai sebagai penyangga baling-baling yang terbuat dari bambu.

Komunitas yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat kini semakin dikenal luas. Berkolaborasi dengan berbagai sektor.
Salah satu programnya ada JabarMain, yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui Program Hibah Kompetitif Tahun 2023 Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program JabarMain dibuat dalam rangka mendokumentasikan data permainan rakyat dan olahraga tradisional Jawa Barat, seperti 'ensiklopedia'.
Komunitas ini diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Melansir ciburial.desa.id, komunitas mainan rakyat ini juga berusaha memperkenalkan mainan rakyat dengan tujuan menanamkan pola pendidikan masyarakat agar seorang anak mengenal dirinya, lingkungannya, dan tuhannya.
Berdasarkan data di tahun 2012, komunitas ini sudah mengumpulkan sekitar 890 jenis permainan tradisional. Tentunya di tahun 2025 permainan yang telah dikumpulkan jauh lebih banyak. Zaini diketahui telah melakukan penelitian mainan sejak tahun 1996.
Di Komunitas Hong, bermain bukan hanya menjadi lihai dan tangkas. Namun juga mengenal dan menyelami arti dan makna dari setiap jenis permainannya.
Menelusur Instagram @komunitashong, media sosial ini penuh dengan dokumentasi anak-anak yang bermain permainan tradisional. Berbagai tokoh, pejabat, pemerintahan, dan brand juga terlihat dalam berbagai dokumenasi itu.

Terbaru, komunitas ini sempat merayakan Hari Bambu Sedunia pada 18 September 2025. Terlihat anak-ana memainkan permainan dari bambu seperti Rorodaan, momotoran, bedil jepret, bedil karet, banbanan, hingga gasing bambu.
Tak hanya bermain, komunitas ini juga mengadakan workshop membuat wayang Bambu, yang berlokasi di Arboretum Bambu Linuhung Kabupaten Purwakarta.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya