Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Dokumentasi Vokasi Unair
DREAM.CO.ID - Melalui langkah kecil, Komunitas Muda-Mudi Surabaya mengajak anak muda untuk lebih peduli pada lingkungan. Tentunya langkah kecil yang dilakukan diharap bisa berdampak nyata dan berkelanjutan.
Dilansir dari laman Vokasi Unair, Komunitas Muda-Mudi Surabaya berdiri sejak tahun 2018 silam. Atas inisiatif dari Zubaidillah yang merupakan tokoh masyarakat pemilik kepedulian tinggi pada lingkungan, komunitas ini berjalan hingga sekarang.
Komunitas Muda-Mudi Surabaya hadir sebagai wadah pergerakan sosial dan pemberdayaan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, komunitas ini memegang teguh prinsip untuk menjaga bumi sebagai tanggung jawab bersama.
Komunitas ini pun menjadi ruang inspiratif yang mendorong partisipasi masyarakat luas untuk peduli terhadap lingkungan perkotaan. Sebagai upaya untuk menjalankan berbagai program nyata seperti urban farming, budidaya cacing tanah, pengelolaan limbah, penanaman bibit, serta galeri UMKM binaan dilakukan.
Selain itu, mereka juga rutin menggelar edukasi dan pelatihan lingkungan untuk menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, serta tanggung jawab sosial. Dampak yang dihasilkan tidak hanya pada kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Komunitas ini membantu masyarakat mengembangkan produk ramah lingkungan sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi lokal. Dengan cara ini, keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sosial.
Mereka juga sering menyelenggarakan penyuluhan dan edukasi lingkungan. Melalui kegiatan ini ruang kreatif publik maupun media sosial, komunitas berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab setiap masyarakat.
Yang menarik, penyuluhan dilakukan secara interaktif. Jadi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya, berbagi pengalaman, dan melakukan praktik langsung. Peserta dijamin tak akan bosan mengikuti kegiatan tersebut.
Dengan begitu, penyuluhan tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan kesadaran kolektif masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Komunitas Muda-Mudi Surabaya diposisikan sebagai motor penggerak perubahan terlebih bagi generasi muda. Dengan pendekatan yang kreatif dan dekat dengan masyarakat, penyuluhan ini mampu menjangkau kalangan luas, khususnya anak muda yang memiliki peran penting dalam keberlanjutan lingkungan.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya