Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagamana Caranya Mengendarai Mobil Matic Saat Ada Banjir? (Foto: Shutterstock)
Dream – Intensitas hujan semakin meningkat jelang Imlek yang banyak diyakini masyarakat sebagai masa-masa akhir musim penghujan. Curat hujan yang tinggi bahkan mengakibatkan banjir tak hanya di Jakarta namun beberapa daerah di Indonesia.
Kondisi ini membuat semua orang harus waspada, terutama yang sedang berkendara. Meski sedang ada urusan yang mendesak, pengendara tetap harus sabar terutama ketika melewati genangan air atau menerobos banjir.
Pada kondisi ini, kamu tentu harus tetap memperhatikan beberapa hal, baik ketika akan berkendara maupun setelah berkendara di tengah banjir.
“ Melalui sharing tips ini, Sahabat dapat melakukan pencegahan dan lebih waspada ketika memang terpaksa harus berkendara pada kondisi banjir. Sahabat juga dapat memastikan kondisi kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin di bengkel resmi Daihatsu terdekat,” kata Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Daihatsu, Rabu 10 Februari 2021.
Berikut beberapa kita mengendarai mobil matic saat melintas banjir yang harus Sahabat Dream ketahui.
Pertama, pastikan saluran masuk udara tidak terendam air. Jika saluran masuk udara ini sampai terendam, water hammer bisa terjadi. Kondisi membuat air masuk ke ruang pembakaran dan menyebabkan mesin rusak.
Pastikan ketinggian genangan air tersebut tidak lebih dari setengah roda. Jangan memaksakan diri melewati jalan yang genangan airnya tinggi.
Kedua, gunakan gir paling rendah. Tujuannya agat kecepatan mobil tetap stabil dan putaran mesin akan lebih bertahan.
Selain itu, gas buang yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot. Dengan begitu, air bisa tertahan dan tidak masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan.
Ketiga, melaju secara perlahan dan konstan akan membantumu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi membahayakan. Misalnya, lubang besar di jalan yang tentunya dapat membahayakan kendaraan.
Keempat, mematikan mesin saat mogok. Ketika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil dan dapat membuat mesin mati/mogok, jangan mencoba hidupkan mesin. Cara itu bisa membuat kerusakan parah di bagian mesin mobil.
Kelima, mengeringkan rem dengan cara sederhana dengan kecepatan lambat sekitar 5 km per jam. Setelah itu, remlah mobil berkali-kali secara perlahan.
Tujuannya untuk memastikan bahwa mobil masih dalam kondisi yang baik dan kampas rem kering. Jika dirasa ada yang tidak beres dengan kendaraan, kamu dapat melakukan pengecekan mobil di bengkel resmi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya