Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Karpet (Foto: Unsplash)
Dream - Masa karantina karena pandemi seperti ini, kita harus lebih sering membersihkan setiap sudut rumah, termasuk juga karpet yang selalu jadi alas utama. Penting untuk menjaga karpet tetap bersih agar tidak ada bakteri dan jamur.
Membersihkannya hanya membutuhkan waktu singkat dan itu bukan tugas yang sulit. Karpet sebaiknya divakum secara teratur, tumpahan noda harus segera dibersihkan dengan kain katun kering.
Cara terbaik untuk menjaganya adalah menghindari karpet dari kelembapan, dengan menyimpannya di tempat yang kering.
Angelique Dhama, pakar kebersihan rumah berbagi beberapa tips yang penting dilakukan untuk menjaga seluruh karpet di rumah selalu bersih.
© Dream
1. Gunakan penyedot debu
Vakum biasa setidaknya dua kali seminggu dapat membantu menjaga karpet tetap bersih. Jika ada benang yang keluar dari permukaan, jangan tarik keluar. Potong dengan gunting.
2. Membersihkan Noda
Jika ada noda yang jatuh atau tumpah di karpet, segera letakkan kertas blotting di atasnya agar menyerapnya dengan cepat. Pada titik-titik yang sulit, coba bersihkan dengan cuka putih dan air.
3. Hindari debu, kotoran dan kelempaban
Karpet basah menyebabkan pertumbuhan jamur. Selanjutnya, wol basah dapat membusuk dengan bau tidak sedap. Pastikan jemur karpet di bawah sinar matahari setidaknya 2 kali seminggu.
© Dream
4. Deodoran
Jika ingin menghilangkan bau karpet, hindari pilihan yang banyak bahan kimia. Gunakan soda kue dan beberapa tetes minyak esensial sebagai bahan alami.
5. Penyimpanan
Simpan beberapa kantong gel silika dalam gulungan agar tetap kering.
6. Pelindung tambahan
Untuk pemeliharaan preventif, karpet dapat dilindungi dengan mengenakan lapisan scotchgard kain, sekali dalam 3-6 bulan, tergantung pada penggunaan.
Laporan Raissa Anjanique/ Sumber: Times of India
© Dream
Dream - Kondisi seperti sekarang, dengan meningkatnya kasus virus corona di Indonesia, mau tak mau membuat kita harus lebih ekstra dalam menjaga kebersihan. Terutama kebersihan rumah, tempat berlindung utama.
Sally Bloomfield, profesor London School of Hygiene and Tropical Medicine mengungkap beberapa produk pembersih penting yang harus ada di rumah. Hal ini agar penyebaran kuman bisa diredam dan seluruh anggota keluarga lebih terjaga kesehatannya.
Segera sediakan produk-produk ini di rumah, demi kebersihan hunian dan kesehatan seluruh keluarga. Apa saja produknya?
© Dream
Untuk sementara, kurangi atau hindari menggunakan sabun batang. Hal ini karena penggunaan sabun batang dapat dengan mudah membuat kuman berpinah. Lebih baik gunakan sabun cair. Baik untuk mandi maupun cuci tangan.
" Selalu sediakan sabun cuci tangan, di tempat yang mudah diakses. Terutama di dekat kran. Biasakan untuk selalu cuci tangan setelah sampai di rumah dengan air mengalir," ungkap Bloomfield.
© Dream
Untuk permukaan yang kontak langsung dengan makanan seperti meja makan, piring, dan sendok garpu, Bloomfield merekomendasikan untuk menggunakan sabun yang mengandung antimikroba dan kemudian membilasnya dengan air bersih.
" Bisa juga gunakan semprotan disinfektan yang bisa membunuh kuman. Setelah itu bilas lagi permukaan dengan tisu yang telah dibasahi. Biarkan kering, baru kemudian bisa digunakan," ujar Bloomfield.
© Dream
Lap microfiber memang sangat baik untuk membersihkan permukaan berdebu. Jika tujuan utama adalah untuk mencegah penyebaran kuman maka pembersih yang direkomendasikan adalah tisu pembersih sekali pakai.
Biasanya berbentuk rol dengan tekstur lebih tebal. Lebih baik gunakan lap tisu ini ini karena lebih steril. Menggunakan lap yangberkali-kali, terutama jika kondisinya lembap malah akan jadi sarang kuman untuk berkembang biang.
" Ketika membersihkan permukaan dengan lap kain, mikroba pergi ke lap tersebut dan kemudian menyebar ke permukaan berikutnya dibersihkan," kata Bloomfield.
Sumber: Apartment Theraphy
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang