5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Sumber: Www.aquila-style.com)
Dream - Menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah tentu menjadi impian setiap muslim. Ibadah ini menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang belum berkesempatan melaksanakan ibadah haji.
Apalagi dengan antrean calon pendaftar haji di Indonesia yang menggunakan sistem kuota yang sudah menyentuh waktu belasan tahun.
Ada banyak aturan yang wajib ditaati oleh para jemaah umrah selama melaksanakan perjalanan umrah, mulai dari berangkat, dalam penerbangan hingga menjalani serangkaian aktivitas ibadah di Mekah dan Madinah.
Sayangnya, masih saja ada di antara jemaah yang terkadang tak memahami sepenuhnya ketentuan pelaksanaan ibadah umrah hingga akhirnya tak sadar jika mereka telah berbuat kesalahan. Seperti beberapa kesalahan umum berikut yang kerap tak disadari oleh para jemaah wanita.
1. Berpikir bahwa ihram mereka adalah 'topi' yang dikenakan di atas kepala
Beberapa muslimah tidak tahu apa artinya Ihram dan mereka pikir itu adalah " topi" yang mereka pakai di kepala. Mereka tidak berani melepasnya untuk alasan apapun karena mereka berpikir akan " membatalkan Ihram mereka" .
Kata Ihram diambil dari bahasa Arab, dari kata " Al-Haram" yang bermakna terlarang atau tercegah. Dinamakan Ihram karena seseorang yang masuk kepada 'kehormatan' ibadah haji dengan niatnya, dia dilarang berkata dan beramal dengan hal-hal tertentu, seperti jimak, menikah, berucap ucapan kotor, dan lain-sebagainya.
Dari sini dapat diambil satu definisi syari bahwa Ihram adalah salah satu niat dari dua ibadah (yaitu haji dan umrah) atau kedua-duanya secara bersamaan. Ketika Anda memasuki keadaan Ihram tidak berarti bahwa Anda tidak bisa melepasnya nanti. Dan saat melepas kainnya tidak berarti bahwa Ihram Anda berakhir. Itulah mengapa ulama mengatakan bahwa kita dapat mengganti Ihram (yang berarti 'pakaian kami'), dan bahkan mencuci jika mendapati kotor.
2. Khawatir rambut rontok
Beberapa wanita memiliki kekhawatiran jika rambut mereka rontok selama Ihram. Begitu khawatirnya sehingga mereka tidak melepas jilbab mereka dan tidak mau melepas " topi" mereka saat berwudhu.
Ini adalah godaan dari setan. Pikirkan tentang hal ini. Jika Anda tidak melakukan wudhu dengan benar, akankah doa Anda menjadi sah? Apakah Thawaf Anda sah? Apakah Anda berpikir bahwa Allah akan menghukum manusia akibat dari sesuatu perbuatan yang d iluar kendalinya? Tidak, tentu saja tidak.
Dia adalah Yang Maha Penyayang. Dia adalah Maha Pengampun. Lalu, mengapa Ia akan membatalkan Ihram Anda hanya karena beberapa rambut yang rontok (yang tidak disengaja)? Larangan mengenai rambut hanya berlaku untuk rambut yang sengaja dipotong, dicabut, atau dicukur dengan sengaja.
3. Melakukan Tahalul hanya untuk seseorang yang telah selesai Ihram
Banyak wanita berpikir bahwa hanya orang yang selesai Ihramlah yang dapat memotong rambut mereka. Dan mereka menolak untuk memotong rambut mereka sendiri untuk Tahalul. Ini adalah pendapat yang salah. Sebenarnya, Anda diharapkan untuk memotong rambut Anda sendiri ketika Tahalul.
Nabi SAW memerintahkan para sahabatnya, selama Haji Wada: " Biarkan dia memotong (artinya, sendiri rambutnya kemudian keluar Ihram." (Al-Bukhari, Muslim)
4. Tidak pergi ke Jamarat atau Muzdalifah
Beberapa dari jemaah haji mendelegasikan kepada jemaah haji lain untuk melakukan lempar Jumroh atas nama jemaah lain tanpa alasan yang sah. Dengan alasan takut keramaian atau takut berdesak-desakan, mereka tidak memahami pentingnya melakukan lempar Jumroh oleh diri sendiri.
Allah telah memberkati kita dengan kesehatan. Kebanyakan jemaah masih muda, energik, percaya diri, dan mampu melakukan apa saja ketika berada di rumah, namun ketika datang ke Jamarat, semua tiba-tiba menjadi " lemah" , padahal hanya untuk melempar kerikil saja.
5. Berkerumun dengan laki-laki
Waspadalah saat berkerumun dengan laki-laki pada semua tahapan ibadah umrah, seperti saat Thawaf, mencium Hajar Aswad, selama Sa'i atau ketika melempar Jumroh. Pilih waktu yang aman dan luang.
Menyentuh Hajar Aswad adalah sunnah yang indah, tapi itu adalah sekadar sunnah. Sementara melindungi diri dari kontak yang tidak perlu dengan semua yang bukan mahram laki-laki adalah fardhu.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?