Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pekan ini terdapat libur panjang. Banyak keluarga yang sudah merencanakan liburan bersama baik di dalam kota maupun di luar kota. Sahabat Dream juga berencana liburan?
Saat pandemi seperti sekarang tentunya kita tak bisa bebas liburan seperti sebelumnya. Risiko penularan Covid-19 selalu ada, terutama jika kita keluar rumah. Kesehatan dan keamanan keluarga kesayangan harus selalu jadi yang utama.
Jangan sampai, niat berliburan malah berakhir menyedihkan karena virus Covid-19. Bila memutuskan untuk liburan di akhir pekan ini, maka harus sepaket dengan displin menaati protokol kesehatan yang ketat.
Selalu pakai masker ke mana pun, termasuk ke toilet umum. Sediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan di tiap tas. Akan lebih baik jika tiap anggota keluarga memilikinya.
Nah, satu hal yang paling sulit dilakukan jika liburan adalah menjaga jarak minimal 2 meter. Menghabiskan liburan biasanya dilakukan di tempat wisata atau rekreasi. Saat libur panjang seperti sekarang pusat wisata pun cenderung ramai dikunjungi.

Mengunjungi tempat wisata yang ramai orang, banyak kerumunan, sangat berisiko. Terutama penularan dari orang tanpa gejala (OTG). Akan lebih baik dan aman jika memilih liburan di tempat sepi dan privat dengan hanya melibatkan keluarga inti. Mengunjungi area yang ramai bersama keluarga, bisa memunculkan kluster Covid-19 dalam keluarga.
Aktivitas liburan lain yang juga bisa memunculkan kluster adalah kumpul keluarga besar. Berbulan-bulan tak bertemu karena pandemi, pasti akan sangat sulit untuk tidak berdekatan, bercerita bahkan berpelukan.

Kita tidak tahu riwayat kesehatan tiap orang, meskipun kondisinya sehat bisa saja OTG. Ingat, risiko penularan makin besar jika terjadi kerumunan. Kluster keluarga bisa saja terjadi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Salah satu protokol kesehatan yang selalu digaungkan demi mencegah penularan Covid-19 saat berada di ruang publik adalah selalu menjaga jarak atau social distancing. Jarak yang dianjurkan antara 1 hingga 2 meter.
Social distancing harus dilakukan bersamaan dengan mengenakan masker dan mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya, seberapa efektifkah jaga jarak mencegah penularan Covid-19?

Penting diketahui kalau Covid-19 menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama. Penyebaran terjadi ketika orang yang terinfeksi virus tersebut batuk, bersin, atau berbicara.
Percikan (droplet) baik dari mulut atau hidung terbang ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang di sekitarnya. Tetesan juga bisa dihirup ke paru-paru. Dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran COVID-19.
Hal itu membuat orang terinfeksi dan tak ada keluhan dapat menyebarkan virus sebelum mereka tahu bahwa mereka sakit. Untuk itu sangat penting untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter.
Jaga jarak juga harus diterapkan pada orang yang dikenal dekat dan tampak sehat. Pasalnya, kita tak bisa mengetahui kondisi orang positif Covid-19 secara kasat mata. Pencegahan adalah yang utama.
Jarak sosial juga membantu meminimalisir risiko untuk bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dan orang yang terinfeksi di luar rumah. Paling aman, hindari kerumunan atau tempat ramai.
Bila terpaksa ke area yang ramai, usahakan untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain setiap saat, dan kenakan masker. Masker sangat penting pada saat jarak fisik sulit dilakukan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID-19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement


Berapa Lama Waktu Pakai Sepatu Lari? Kenali Tanda-Tanda Waktunya Ganti

Masalah Kesehatan Apa Saja yang Bisa Dikenali Dokter dengan Menggunakan Stetoskop?

Kulit Berminyak di Cuaca Lembap: 5 Cara Mudah Kendalikan Minyak Berlebih dan Cegah Jerawat

Mengapa Nama Belakang Orang Thailand Panjang, tetapi Nama Panggilannya Pendek?

6 Metode Seduh Kopi yang Paling Bisa Memancing Masalah Kolesterol

4 Tes Sederhana untuk Mengetahui Apakah Anda Menua dengan Baik