Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pekan ini terdapat libur panjang. Banyak keluarga yang sudah merencanakan liburan bersama baik di dalam kota maupun di luar kota. Sahabat Dream juga berencana liburan?
Saat pandemi seperti sekarang tentunya kita tak bisa bebas liburan seperti sebelumnya. Risiko penularan Covid-19 selalu ada, terutama jika kita keluar rumah. Kesehatan dan keamanan keluarga kesayangan harus selalu jadi yang utama.
Jangan sampai, niat berliburan malah berakhir menyedihkan karena virus Covid-19. Bila memutuskan untuk liburan di akhir pekan ini, maka harus sepaket dengan displin menaati protokol kesehatan yang ketat.
Selalu pakai masker ke mana pun, termasuk ke toilet umum. Sediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan di tiap tas. Akan lebih baik jika tiap anggota keluarga memilikinya.
Nah, satu hal yang paling sulit dilakukan jika liburan adalah menjaga jarak minimal 2 meter. Menghabiskan liburan biasanya dilakukan di tempat wisata atau rekreasi. Saat libur panjang seperti sekarang pusat wisata pun cenderung ramai dikunjungi.

Mengunjungi tempat wisata yang ramai orang, banyak kerumunan, sangat berisiko. Terutama penularan dari orang tanpa gejala (OTG). Akan lebih baik dan aman jika memilih liburan di tempat sepi dan privat dengan hanya melibatkan keluarga inti. Mengunjungi area yang ramai bersama keluarga, bisa memunculkan kluster Covid-19 dalam keluarga.
Aktivitas liburan lain yang juga bisa memunculkan kluster adalah kumpul keluarga besar. Berbulan-bulan tak bertemu karena pandemi, pasti akan sangat sulit untuk tidak berdekatan, bercerita bahkan berpelukan.

Kita tidak tahu riwayat kesehatan tiap orang, meskipun kondisinya sehat bisa saja OTG. Ingat, risiko penularan makin besar jika terjadi kerumunan. Kluster keluarga bisa saja terjadi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Salah satu protokol kesehatan yang selalu digaungkan demi mencegah penularan Covid-19 saat berada di ruang publik adalah selalu menjaga jarak atau social distancing. Jarak yang dianjurkan antara 1 hingga 2 meter.
Social distancing harus dilakukan bersamaan dengan mengenakan masker dan mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya, seberapa efektifkah jaga jarak mencegah penularan Covid-19?

Penting diketahui kalau Covid-19 menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama. Penyebaran terjadi ketika orang yang terinfeksi virus tersebut batuk, bersin, atau berbicara.
Percikan (droplet) baik dari mulut atau hidung terbang ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang di sekitarnya. Tetesan juga bisa dihirup ke paru-paru. Dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran COVID-19.
Hal itu membuat orang terinfeksi dan tak ada keluhan dapat menyebarkan virus sebelum mereka tahu bahwa mereka sakit. Untuk itu sangat penting untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter.
Jaga jarak juga harus diterapkan pada orang yang dikenal dekat dan tampak sehat. Pasalnya, kita tak bisa mengetahui kondisi orang positif Covid-19 secara kasat mata. Pencegahan adalah yang utama.
Jarak sosial juga membantu meminimalisir risiko untuk bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dan orang yang terinfeksi di luar rumah. Paling aman, hindari kerumunan atau tempat ramai.
Bila terpaksa ke area yang ramai, usahakan untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain setiap saat, dan kenakan masker. Masker sangat penting pada saat jarak fisik sulit dilakukan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID-19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya