Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Main Di Luar Rumah (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat menghadapi anak-anak terutama usia balita, kita cukup dipusingkan karena mereka sangat lincah dan aktif. Anak-anak selalu berlarian seakan tak ada lelahnya.
Sementara orangtua atau orang dewasa seringkali menyuruh anak-anak untuk duduk diam dan tenang. Larangan dan peringatan pun kerap dilontarkan seperti "tak boleh memanjat", "tak boleh lari kencang nanti jatuh", "adik belum bisa".
Sebenarnya aktivitas fisik yang intensif, bahkan 'menyerempet' bahaya sangat dibutuhkan si kecil. Seperti memanjat pohon, berlarian dengan kencang, melompat dari tempat tinggi dan sebagainya.
Untuk itu penting bagi anak untuk bermain di luar rumah secara rutin, terutama di taman dengan banyak pepohonan. Hal ini untuk mengembangkan sistem proprioception dan vestibularnya.
Proprioception dalam psikologi adalah kemampuan otak untuk mengetahui letak tubuh tanpa melihatnya. Kemampuan inilah yang membuat seseorang menyetir dan dengan cepat beralih dari pedal gas ke rem tanpa melihat ke kaki. Atau memasukan popcorn ke mulut tanpa perlu melihatnya.
Tanpa perkembangan proprioception yang baik, anak-anak akan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Begitu juga sistem vestibular, yang membantu anak memahami keseimbangan dan terhubungnya semua panca indera.
Ketika sistem vestibular tidak berkembang dengan baik, semua indera lainnya akan berjuang untuk berfungsi dengan baik. Tanpa sistem vestibular yang kuat, anak-anak tidak akan punya pilihan selain gelisah, frustrasi, sering jatuh, mengamuk, sulit fokus.
Inilah penyebab anak-anak sangat sulit untuk diam. Kondisi tubuhnya sedang melatih dan membentuk dua sistem tersebut. Mereka memang sangat membutuhkan aktivitas fisik yang mumpuni.
Ada beberapa permainan seru untuk merangsang perkembangan sistem vestibular dan proprioception pada anak. Antara lain menggelantung di monkey bar, lompat tali, berputar membentuk lingkaran, memanjat, berenang, lompat di trampolin, bermain playdough dan bermain pelukan.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari