Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi
Dream - Anak-anak yang sering bersama orangtuanya terkadang merasa stres dan menangis saat harus berpisah. Kondisi ini dikenal dengan separation anxiety yang sering terjadi anak balita. Terutama, ketika mereka tak bisa melihat orangtuanya dalam pandangannya.
Untuk itu ketika mengantarkan balita Anda ke sekolah atau ketika mereka berada di taman bermain, cobalah membuatnya nyaman dan tenang. Saat Anda pergi mereka bisa tetap
menikmati suasana kelas dan bermain bersama teman-temannya. Hindari melakukan hal ini agar anak tak merasa panik saat Anda meninggalkannya.
Mengendap-endap
Mengendap-endap untuk pergi dari ruangan ketika anak Anda tidak melihat. Mungkin mudah untuk melakukan hal ini karena tidak akan melihat anak berteriak dan
menangis, tapi itu bukan solusi. Anak menangis karena takut diabaikan, dan ketika mereka melihat orangtuanya pergi diam-diam, ketakutan mereka bertambah.
Sebaiknya katakan selamat tinggal dan bilang pada anak kalau Anda harus pergi dan bisikkan 'aku sayang kamu'. Anda bisa memberikan mereka pelukan, ciuman, atau apapun sebagai
bagian dari perpisahan sementara.
Terlihat takut dan sedih
Anak-anak menilai situasi dengan cara membaca wajah orangtua mereka. Jika Anda kelihatan takut atau ingin menangis, maka anak pun akan merasa tidak aman dan menguatkan kegelisahannya. Tersenyumlah dan katakan padanya bahwa Anda tahu kalau ia akan bersenang-senang di sekolah. Pastikan pada anak tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tidak peduli saat anak menangis
Penting bagi mereka tahu kalau Anda peduli saat mereka sedang sedih. Jangan memarahinya atau bersikap frustasi saat mereka menangis, tapi ingatkan kalau mereka akan bersenang-senang nantinya di sekolah. Ingatkan pula kalau akan menjemputnya kembali.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Scarymommy
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha