Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Situs Arkeologi AlUla, Arab Saudi (Shutterstock.com)
Dream - Arab Saudi tengah membangun sektor pariwisatanya secara besar-besaran. Langkah ini dijalankan di tengah rencana besar pencarian alternatif sumber pemasukan setelah minyak bumi dinilai sudah tidak menjanjikan.
Kali ini, Arab Saudi akan meluncurkan " museum terbang" pertama di dunia. Museum yang menyoroti temuan arkeologis dalam perjalan pesawat antara Riyadh dan kota kuno AlUla, merupakan proyek kolaborasi antara Komisi Kerajaan untuk AlUla dan maskapai nasional Saudia.
Proyek ini nantinya akan memamerkan koleksi replika artefak yang telah ditemukan di AlUla melalui penggalian arkeologi. Penumpang juga dapat menonton film dokumenter Discovery Channel berjudul " Architects of Ancient Arabia" yang dirilis tahun ini, Saudi Press Agency melaporkan.

Direktur Penelitian Arkeologi dan Warisan Budaya Komisi Kerajaan untuk AlUla, Rebecca Foote, akan memberikan pengantar dokumenter selama perjalanan dan memberikan penjelasan tentang artefak yang ditampilkan di museum.
Menurut Foote, ada banyak pekerjaan yang sedang berlangsung di AlUla yang dijalankan para arkeolog lokal dan internasional. Tetapi, mereka baru mulai memahami sifat rumit dari masa lalu AlUla.
" AlUla adalah permata tersembunyi di Jazirah Arab, dan kami perlahan-lahan menemukan rahasianya. Saya berharap dapat berbagi lebih banyak informasi tentang pekerjaan kami dengan penumpang perjalanan Museum in the Sky, yang dioperasikan oleh Saudia," kata Foote.
© Situs arkeologi AlUla, Arab Saudi (Shutterstock.com)
Philip Jones, petugas pemasaran destinasi komisi tersebut, mengatakan museum akan menyoroti pentingnya pekerjaan arkeologi yang dilakukan di AlUla, yang diyakini komisi sebagai " program arkeologi terbesar" di dunia saat ini.
Jones mengaku bahwa ia merasa terhormat dapat bekerja dengan Saudia dan menyambut semua penumpang dan pengunjung yang akan datang dalam beberapa bulan ke depan untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah AlUla.

Sementara itu, Khaled Tash, wakil presiden komunikasi korporat di maskapai itu, mengatakan museum itu merupakan kelanjutan dari " kerja sama yang sedang berlangsung" dengan komisi untuk menyoroti warisan yang kaya dari AlUla dan mempromosikannya secara global sebagai tujuan wisata.
AlUla menyediakan berbagai kegiatan sepanjang tahun dan musiman untuk menyambut pengunjung lokal dan internasional. Penumpang dalam perjalanan akan memiliki kesempatan untuk memesan tiket pertama ke pengalaman Masa Al-Hijr.
Laporan : Syifa Putri Naomi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang