Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi
Dream - Selama hidup di dunia, kita tak bisa terlepas dari dosa baik kecil maupun besar. Manusia merupkan gudangnya salah dan lupa, untuk itu Rasulullah mengingatkan umatnya untuk selalu meminta ampun, mengucap istigfar dan senantiasa bertaubat dan tak mengulangi dosa.
Tumpukan dosa manusia pastinya akan sangat sulit dihitung saking banyaknya. Rupanya ada cara untuk menghapus dosa-dosa yang kita lakukan. Menurut Nur Rofiah, sosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, yaitu mengasuh anak yatim dan tabah dengan segala ujiannya.
Dikutip dari Nu.or.id, hal itu berdasarkan riwayat hadits Rasulullah SAW yang mengatakan siapa pun yang mengasuh anak yatim jaminannya adalah surga selagi tidak melakukan dosa besar.
“ Untuk mendapat pahala besar itu tidak gratis, semua perlu kesabaran termasuk dalam mengasuh anak yatim,” kata Nur Rofiah.
Ia menyarankan, apabila dalam mengasuh anak yatim menemukan kesulitan, maka perlu melakukan pendekatan secara kontekstual. “ Jika segala cara didikan tidak mampu untuk meluluhkan hati anak yatim, bisa meminta bantuan lembaga pesantren. Barangkali hal itu bisa membuat anak tersebut lebih menerima keadaan-sebab ia hidup bersama semua santri yang sedang tidak ada orang tuanya,” pesannya.
© Dream
Ahli Kajian Gender Islam tersebut mengatakan, tanggung jawab dalam mendidik anak yatim bukan hanya pada keluarganya saja tapi juga kepada masyarakat karena kemaslahatan yang dicurahkan dalam Islam itu adalah kemasalahatan masyarakat. Makna dekat dengan anak yatim yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits bukan hanya hubungan sedarah saja tapi juga kerabat atau orang-orang yang ada di sekelilingnya.
“ Apalagi, anak yatim yang hidup di perantauan-sulit mengharapkan keluarga besarnya untuk bertanggung jawab mengurusnya. Jadi, dalam hal ini bisa menggunakan pendekatan kontekstual untuk mengasuhnya,” kata penulis buku Nalar Kritis Muslimah tersebut.
Ia mengingatkan anak yatim harus segera ada yang mengurus. Bisa diurus kerabatnya atau orang-orang yang berada di dekatnya. Kedudukan anak yatim sangat dimuliakan oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad sangat mencintai anak-anak yatim.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan