Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
PeduliLindungi (Shutterstock.com)
Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi kewajiban pada sektor pariwisata. Ketentuan ini berlaku baik untuk pelaku industri pariwisata maupun pengunjung untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Covid-19 di destinasi.
" Indonesia saat ini sedang masa pemulihan dari pandemi Covid-19," ujar Sandi saat Weekly Press Briefing pada Senin, 06 September 2021.
Meski dalam masa pemulihan, Sandi mengeaskan masyarakat tidak boleh lengah dan abai terhadap protokol kesehatan. Sebab potensi penularan Covid-19 masih ada.
Sandi juga mengimbau masyarakat yang ingin berpergian untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Dengan begitu, perjalanan akan aman dan nyaman.
Untuk pelaku usaha bidang pariwisata, perdagangan, transportasi, Sandi menekankan penggunaan PeduliLindung. Aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk pengecekan yang cukup efektif.
" Aplikasi PeduliLindungi sangat praktis, dan ke depannya sedang dirancang untuk disempurnakan," kata Sandi.
© PeduliLindungi (Shutterstock.com)
Sandi mengatakan sudah banyak masyarakat yang menginstal aplikasi PeduliLindungi dan menggunakannya untuk berbagai aktivitas. Hingga saat ini, 30 juta pengguna sudah mengunduh PeduliLindungi dan lebih dari 20 juta orang menggunakannya.
Tak hanya di dalam negeri, kata Sandi, masyarakat yang sedang di luar negeri juga bisa mengaksesnya. Sebab, aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah pengecekan kesehatan serta memastikan seseorang sudah divaksin atau belum.
Selain itu, aplikasi juga sudah dilengkapi indikator warna hijau, kuning, merah, serta hitam. Warna ini berfungsi untuk mengetahui status lokasi dan pengguna sehingga memudahkan penanganan Covid-19.
Lebih lanjut, Sandi mengungkapkan Pemerintah menggenjot angka vaksiniasi di seluruh Indonesia. Khususnya di pedesaan yang sedang menjadi target wisata.
" Maka kita harus bergotong-royong agar pandemi bisa segera diatasi," ungkap Sandi.
Laporan : Delfina Rahmadhani
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun