Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Januari bisa jadi bulan yang membuat perbedaan secara sigifikan. Terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang karena kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bagaimana kalau segera membuat benda-benda yang tak berguna.
Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk menimbun barang yang sebenarnya tak lagi memiliki fungsi dan hanya memenuhi dan bikin berantakan rumah. Di awal tahun ini saatnya untuk menyingkirkan semuanya.
Bila bingung untuk memutuskan mungkin panduan berikut dari Josep Smith, pakar penataan rumah berikut mungkin bisa membantu. Yuk Simak.
1. Kertas kado bekas
Banyak orang menyimpan kertas kado bekas yang mungkin suatu hari bisa digunakan. Pad akhirnya, kertas kado tersebut hanya akan berakhir di laci, semakin kusut. Ketika ingin menggunakan lagi, kondisinya sudah tak layak pakai.
" Akhirnya, kita membeli kertas kado baru dan membuat kertas bekas tersebut. Lebih baik singkirkan atau daur ulang kertas kado jadi kertas baru," ujar Smith, dikutip dari DecorTips.
© Dream
2. Instruksi manual
Ketika membeli alat elektronik baru pasti ada instruksi manualnya, bisa berupa buku atau kertas. Kita cenderung tidak membacanya, jika pun ada keluhan atau kerusakan langsung menghubungi tim servis.
" Bila sudah bertahun-tahun ada tumpukan instruksi manual dari segala macam perabot elektronik di rumah, hingga rusak dan berdebu, lebih baik buang saja. Justru akan memenui laci dan bikin berantakan," kata Smith.
3. Pakaian usang
Kaus kaki tua, pakaian dalam usang, sepatu yang tidak pernah lagi dipakai karena terlalu sempit? Mungkin kondisinya masih bagus tapi Sahabat Dream tak bisa memakainya. Daripada memenuhi lemari akan lebih baik bermanfaat jika diberikan ke orang lain.
Bisa juga menjualnya, kita pun dapat keuntungan. Mengatur kembali lemari pakaian, membuang yang tak berguna akan membuat kita lebih tenang. Coba saja!
4. Piring dan gelas pecah
Ada piring yang sudah agak retak tapi belu pecah atau pinggirannya pecah sedikit. Mungkin masih bisa digunakan tapi baiknya tidak karena bisa jadi berbahaya di kemudian hari. Termasuk juga gelas atau perangkat pecah belah lainnya.
Segera buang jika ada yang rusak atau muncul sisi tajam berbahaya. Dari segi tampilan tentu tidak baik, begitu juga keamanan. Banyak juga orang yang percaya, menyimpan atau menggunakan barang pecah belah yang rusak akan memancarkan energi negatif di rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?