Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Pelaku Fraud Lebih Senang Mengincar Aplikasi Keuangan
Dream - Tindak fraud (penipuan) yang menyasar pemilik smartphone di Asia Tenggara lebih banyak menargetkan aplikasi keuangan dibandingkan gaming. Faktor uang menjadi pemicu tingginya para pelaku menyasar aplikasi tersebut.
Temuan ini terungkap dalam laporan fraud tahunan dari AppsFlyer, perusahaan atribusi, bertajuk KOndisi Mobile Ad Fraud Edisi 2020.
Mengutip dari keterangan tertulis AppsFlyer, pasar Asia Pasifik berperan untuk kurang lebih dari 60 persen eksposur finansial di seluruh dunia yang bernilai US$945 juta, karena meningkatnya investasi dalam aktivitas marketing.
Secara global, App Install Ad Fraud telah mengalami penurunan sebesar kurang lebih 30 persen hingga US$1,6 juta dibandingkan dengan semester I-2019.
Managing Director dan President AppsFlyer Asia Pasifik, Ronen Mense, mengatakan bahwa meski terdapat penurunan tren ad fraud secara umum di Asia Tenggara dikarenakan kesadaran market yang meningkat, namun wilayah Indonesia, Singapura, dan Vietnam mengalami puncak ad fraud pada bulan Maret 2020. Hal ini disebabkan oleh COVID-19 yang memaksa banyak negara untuk menerapkan lockdown ketat.
“ Dengan lebih banyak orang tinggal dan beraktivitas di rumah, permintaan mobile apps meningkat dan menyebabkan aktivitas user acquisition yang agresif," ujarnya.
Meningatkan permintaan mobile apps mendorong banyak fraudster untuk beraksi. Untungnya, sebagian besar aksi mereka tidak berhasil seperti yang tercermin dari angka penurunan tingkat fraud pada bulan-bulan berikutnya.
Tingkat fraud di Indonesia tercatat sebesar 28 persen pada Maret 2020 dan turun menjadi 19 persen di Mei 2020. Sedangkan Singapura mengalami level fraud yang menurun dari 35 persen pada bulan Maret 2020 ke 20 persen pada bulan Mei 2020.
Terkait aplikasi finansial yang lebih banyak menjadi sasaran fraudster, laporan Kondisi Mobile Ad Fraud 2020 menunjukkan terdapat tingkat fraud yang sangat tinggi di kategori Finance di Asia Tenggara. Diketahui 4 dari 5 market melaporkan tingkat fraud melebihi 50 persen.
Para pelaku fraud tertarik dengan kategori ini karena sifat aplikasi yang berkaitan dengan uang, dengan skala signifikan dan payout yang lebih tinggi. Tingkat fraud tertinggi di kategori Finance terjadi di Vietnam, dengan tingkatan yang berfluktuasi dan pertumbuhan yang mencapai 64 persen pada Mei 2020.
Sementara di Indonesia mengalami tingkat fraud di kategori Finance yang berfluktuasi pada periode 2019 dan 2020. Pada bulan Juli 2019, tingkat fraud mencapai 55 persen namun turun ke 38,2 persen di Oktober 2019.
Tingkat fraud terlihat meningkat lagi pada April 2020 di angka 63,3% namun menyusut menjadi 61,2 persen pada Mei di tahun yang sama.
Secara global tingkat fraud yang relatif rendah terlihat di kategori Gaming. Akan tetapi, Game Hardcore dan Social Casino di sejumlah wilayah Asia Pasifik menunjukkan gambaran yang berbeda – khususnya dengan tingkat fraud di Korea Selatan yang mencapai 44 persen di Hardcore Gaming dan 61 persen di Social Casino Gaming (rata-rata tahunan), dan di Vietnam Game Hardcore mencapai 30 persen sedangkan peningkatan 10 kali lipat yang massif terjadi di Game Social Casino antara bulan Maret dan April 2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang