5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: The Economic Times
Dream- Temuan baru dari Badan Sains Ilmuwan Nasional Australia menunjukkan virus corona baru (Sars-CoV-2) ternyata dapat bertahan hidup di permukaan seperti lembaran uang dan ponsel hingga 28 hari.
Dilansir dari laman Mirror, lembaga itu membuat riset untuk mengetahui ketahanan Covid-19 pada tiga suhu. Berdasarkan hasil penelitian, hasil studi menunjukkan tingkat ketahanan virus berkurang ketika kondisi semakin panas.
Pada suhu 20 derajat Celcius, Para ilmuwan itu mendapati Covid-19 sangat aktif pada permukaan halus, seperti layar ponsel gelas, baja dan lembaran uang dapat bertahan selama 28 hari.
Sementara ketika suhu naik menjadi 30 derajat Celcius, tingkat ketahanan menurun hingga menjadi tujuh hari dan merosot hingga menjadi hanya 24 jam pada suhu 40 derajat Celcius.
Para periset mengatakan virus itu bertahan lebih singkat pada permukaan berpori seperti kapas. Sedangkan pada suhu terendah, virus corona bisa bertahan hingga 14 hari dan kurang dari 16 jam pada suhu tertinggi.
Menurut hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Virology, temuan itu memperlihatkan virus corona bisa bertahan " jauh lebih lama" dibandingkan temuan dalam studi-studi sebelumnya yang mendapati bahwa virus itu bisa bertahan hingga empat hari pada permukaan tak berpori.

Profesor Ron Ecles, mantan direktur Pusat Flu di Universitas Cardiff mengkritik hasil penelitian ini. Dia mengatakan informasi soal virus corona bisa bertahan hidup selama 28 hari bisa menimbulkan kepanikan publik.
" Virus menyebar di permukaan benda melalui lendir pada batuk dan bersin serta tangan yang kotor dan penelitian ini tidak menggunakan lendir yang baru sebagai wahana penyebaran virus," kata dia, seperti dilansir laman Mirror.
" Lendir yang masih baru adalah tempat yang tidak aman bagi virus karena mengandung banyak sel putih yang memproduksi enzim untuk menghancurkan virus dan juga mengandung antibodi serta senyawa lain yang bisa melumpuhkan virus,” imbuhnya.
" Menurut pendapat saya, virus yang masih menular hanya akan bertahan beberapa jam saja pada lendir yang ada di permukaan benda ketimbang beberapa hari," tutupnya.
Sumber : Mirror
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?