Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makanan Dalam Mobil/ Shutterstock
Dream - Pilihan road-trip atau jalan darat untuk liburan, saat ini jadi pilihan banyak orang. Tak perlu bercampur dengan orang lain yang bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19.
Demi lebih hemat dan sehat, bekal makanan pun jadi hal yang tak boleh ketinggalan. Biasanya kita membawa cukup banyak makanan siap santap untuk persediaan di jalan, sehingga tak perlu mampir restoran dan tempat jajan.
Saat membawa makanan matang dan Sahabat Dream melakukan perjalanan yang cukup lama, penting untuk memperhatikan aspek keamanannya. Makanan sehat yang sudah disiapkan bisa jadi malah berbahaya jika tak dikemas dan disimpan dengan baik. Keamanan pangan wajib diketahui.
" Keamanan pangan sangat penting jika ada anak di bawah usia 5 tahun, wanita hamil, orang dewasa di atas 65 tahun atau siapa pun dengan kondisi medis, seperti kanker atau diabetes. Untuk menjaga keamanan makanan, kita perlu menghindari 'zona' bahaya," kata Lauri Wright, PhD, RDN , Juru Bicara Akademi Nutrisi dan Ketua Departemen Nutrisi dan Diet di University of North Florida.
Zona yang dimaksud Wright adalah suhu penyimpanan makanan. Bakteri tumbuh paling cepat dalam kisaran suhu antara 4,4 derajat celcius dan F 60 derajat celcius. Jumlah bakal berlipat ganda hanya dalam waktu 20 menit di makanan.

Dalam mobil suhu cenderung lebih panas dari area luar. Terutama jika makanan disimpan lama di dalam mobil yang tak dinyalakan pendinginnya. Makanan sendiri mungkin tak masalah, tapi pembungkus makanan biasanya tidak dirancang untuk menahan suhu panas dan mungkin bereaksi dengan makanan. Hal yang mungkin muncul adalah saat makanan dikonsumsi, bisa memicu keracunan.
Secara umum, makanan dingin harus disimpan dalam suhu dingin dan makanan panas harus tetap panas. Tempatkan makanan dingin dalam kantung atau tas khusus yang sudah diberi ice gel.
“ Pertimbangkan untuk mengemas minuman tempat dingin yang mudah diakses karena orang akan lebih sering minum. Untuk makanan pastikan tak ditaruh di area mobil yang langsung terkena sinar matahari," kata Wright dikutip dari Reader Digest.

Ia juga mengingatkan untuk jangan makan makanan jika sudah berada di dalam mobil lebih dari 2 jam. Waktu satu jam suhu di mobil lebih dari 32 derajat celcius. Dalam suhu tersebut, bakteri bisa dengan mudah muncul dan berkembang biak. Akan sangat berbahaya.
Dream - Konsumsi buah-buahan kaya vitamin sangat dianjurkan dalam situasi pandemi seperti sekarang. Bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin yang dampaknya adalah meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu buah yang disukai banyak orang adalah apel.
Buah ini memiliki tekstur yang haring dengan cita rasa segar yang merupakan perpaduan manis dan asam. Seringkali kita berbelanja buah sekaligus agar tak banyak keluar rumah. Sayangnya, apel kerap kali cepat busuk, daging buahnya berubah warna kecokelatan padahal kulitnya masih mulus.
Hal itu biasanya karena kita tidak menyimpannya dengan tepat. Apel yang baru dipetik memiliki 'umur' panjang jika disimpan dengan benar. Bagaimana jika membelinya dalam jumlah banyak dan tak habis dalam waktu satu minggu?
Hindari membiarkan apel begitu saja di meja dapur atau meja makan jika tak dimakan dalam waktu lama. Lebih baik taruh dalam lemari es, karena akan mempertahankan tekstur dan aromanya.
Laci lemari es yang lebih dingin merupakan tempat yang tepat. Apel akan terus matang bahkan setelah dipetik. Muncul gas etilen yang akan melembutkan kulit dan daging apel dari hari ke hari. Menjaga apel tetap dingin membantu memperlambat emisi gas ini.
Jadi, letakkan apel di laci bawah lemari es agar tetap dingin. Gas yang sama yang mematangkan apel juga akan mematangkan buah dan sayuran lainnya. Jika memungkinkan, sebaiknya pisahkan dari produk lain.

Segera setelah memotong apel, dagingnya mulai berubah warna menjadi cokelat secara perlahan karena oksigen di udara. Sedikit asam, seperti jus lemon atau cuka, akan membantu memperlambat proses itu, tetapi tidak ada yang bisa menghentikannya. Lebih baik apel langsung dimakan atau diolah ketika sudah dipotong atau dikupas.
Sumber: The Kitchn
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya