Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bayi berusia 0 hingga 6 bulan cenderung bangun malam hari. Mereka akan menangis atau rewel dan biasanya dipicu rasa haus dan lapar. Menyusui bayi jadi cara paling tepat untuk kembali menenangkan si kecil.
Mungkin si kecil akan bangun berkali-kali. Pasalnya, lambung bayi sangat kecil dan hanya sedikit menampung susu yang telah diminumnya. Setelah itu, bayi akan buang air kecil dan besar kemudian bangun kembali karena merasa tak nyaman. Bayi pun kembali ingin menyusu.
Tak heran kalau bayi bangun setiap 3 atau 4 jam untuk menyusu atau rewel karena popoknya kotor. Salah satu hal yang kerap dilakukan untuk mencegah bayi bangun berkali-kali dan tidur lebih lelap adalah memberinya makanan padat.
Cara tersebut masih banyak dilakukan dan dianggap hal wajar. Padahal, memberi makanan padat malah bisa memicu masalah kesehatan serius pada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Faktanya, makanan padat hanya boleh diberikan pada bayi usia 7 bulan ke atas.
Masalah yang mungkin timbul akibat memberi makanan padat pada bayi di bawah 6 bulan adalah organ pencernaanya tak bisa mengolah makanan yang diberikan dengan baik. Efeknya malah menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare, pendarahan lambung, makanan menggumpal dan harus dioperasi, meningkatkan risiko obesitas dan masih banyak lagi.
Pemberian makanan pada bayi direkomendasikan saat usianya sudah 6 bulan ke atas. Itu pun harus diberikan secara bertahap, berupa makanan cair, lunak, sedikit padat baru kemudian makanan padat.
Untuk usia 0 hingga 6 bulan, cukup diberi ASI atau susu formula. Jangan menganggap makanan padat akan membuat bayi jadi lebih terlelap karena justru sangat berbahaya.
Sumber: KidSpot
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun