Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bandara Sam Ratulangi, Manado (Foto: Traviamgz.com)
Dream - Melonjaknya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang pelesiran ke Sulawesi Utara (Sulut) tak lepas dari makin banyaknya rute penerbangan internasional. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tentang rumus pengembangan destinasi dan industri pariwisata, yakni 3A.
" Atraksi, Akses, Amenitas! Terutama A soal Akses, dari dan menuju destinasi itu, baik direct maupin indirect flight. Ketiganya harus dihitung kapasitas maksimalnya, jangan sampai terjadi bottlenecking?" ungkap Arief Yahya, dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 25 Oktober 2017.
Sepanjang Januari hingga awal Oktober 2017, sebanyak 422 pesawat rute internasional pun mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Dari jumlah itu, Lion Air masih mendominasi dengan 241 penerbangan.
" Kemudian, disusul Silk Air dengan 152 penerbangan dan Citilink dengan enam penerbangan," kata General Manager (GM) Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai.
Dia menambahkan, dari semua penerbangan internasional tersebut, rute ke Tiongkok masih dominan. Rute ke Guangzhou tercatat masih yang terbanyak dengan 110 flight dari Lion Air.
Agresivitas maskapai membuka rute internasional, sukses membuat kunjungan turis dari Tiongkok membludak. Khusus turis asal Guangzhou, sebanyak 20.768 wisman pelesiran ke Sulut sepanjang Januari hingga awal Oktober lalu. Melihat tren positif kunjungan wisman itu, pihak Bandara Sam Ratulangi pun bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan.
" Kami support program pariwisata dari pemerintah provinsi," imbuh mantan GM Bandara Frans Kaisiepo Biak itu.
Sementara itu, GM Lion Air Manado Irwan Arland mengatakan, rute Guangzhou memang menjadi favorit. Bahkan, tingkat keterisian Lion Air rute Guangzhou mencapai seratus persen. " Untuk kota-kota lain, sekitar 80 sampai 90 persen," ujar Irwan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, kunjungan wisman pada Agustus lalu berjumlah 8.886. Kepala BPS Sulut Muhammad Edy Mahmud mengatakan, angka itu meningkat dibandingkan kunjungan pada Juli yang berjumlah 7.305 turis. " Jika dibandingkan tahun lalu meningkat 12 persen dari 7.904 wisman," kata Edy.
Melonjaknya kunjungan wisman memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor usaha. Salah satu yang paling merasakan berkah adalah industri perhotelan. Tren kunjungan wisman yang terus meningkat membuat okupansi hotel melonjak.
Executive Secretary Arya Duta Hotel Manado Yona Lontoh mengatakan, tingkat keterisian kamar meningkat dalam setahun terakhir.
" Bahkan, tiga bulan terakhir kami full booked. Selain instansi yang sering melakukan rapat, wisatawan mancanegara juga tidak sedikit. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi program pemerintah provinsi terkait kedatangan wisman," ujar Lontoh.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw sangat bersyukur melihat tren kunjungan wisman yang terus meningkat. Secara khusus, dia menyoroti tren kunjungan wisman asal Tiongkok yang makin melonjak.
" Pemerintah Sulut sangat berterima kasih kepada pemerintah Tiongkok atas kunjungan wisman dari Tiongkok yang memilih Sulut sebagai daerah wisata," ujar Kandouw.
Dia menambahkan, tren positif itu tak lepas dari berbagai strategi yang sudah diterapkan Pemerintah Provinsi Sulut. Salah satunya adalah kerjasama dengan kepolisian dan Bea Cukai untuk memberi pelayanan maksimal kepada wisatawan sejak Juli 2016 lalu.
" Bukan saja kepada turis Tiongkok, tapi berlaku bagi semua turis yang berkunjung. Keamanan turis harus dijamin," kata Kandouw.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang