Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Rasulullah SAW telah menjadi teladan bagi seluruh umatnya. Begitupula dalam kehidupan sehari-hari. Beliau telah banyak memberikan contoh yang baik sebagai pedoman hidup.
Rasul memiliki begitu banyak sikap terpuji dan mulia. Setiap perkataan dan perbuatan beliau, selalu menjadi suri tauladan yang baik bagi umat.
Itulah sebabnya, mengajarkan anak sejak dini tentang sifat Rasul, akan membentuk karakter yang baik dalam kehidupannya. Seperti empat sifat Rasul yang sudah sangat dikenal baik dikalangan sahabat bahkan musuh sekalipun.
Berikut adalah empat sifat Rasul yang hendaknya diajarkan kepada anak-anak:
© Ilustrasi (foto: Shutterstock)
Jujur adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan fakta yang terjadi. Tanpa dikurang-kurangi atau dilebih-lebihkan. Shiddiq atau jujur adalah salah satu sifat teladan Rasul. Rasul sangat dikenal karena kejujuran beliau. Tidak hanya diakui oleh para sahabat, bahkan musuh beliau pun mengakui kejujuran Rasul.
Menanamkan sifat jujur kepada anak, akan membentuk karakter yang hebat. Ia akan belajar berkata jujur, meskipun akan sedikit kesulitan diawal. Namun jika dibentuk dan diajarkan secara bertahap, ia tidak akan berbohong walaupun tentang hal kecil sekalipun.
Kebohongan-kebohongan kecil yang dilakukan terus menerus, tentunya akan berdampak buruk bagi anak. Karena untuk menutupi satu kebohongan, ia akan membuat kebohongan lainnya.
Itulah mengapa, mengajarkan anak untuk berkata dan berbuat jujur, sangat dianjurkan sejak dini.
© shutterstock.com
Amanah atau dapat dipercaya merupakan sifat Rasul yang mulia. Ketika beliau diberikan sebuah amanah, beliau akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Meskipun terkadang nyawa menjadi taruhan beliau. Namun, beliau tak pernah gentar.
Mengajarkan anak untuk bersikap amanah, akan membuatnya menjadi seseorang yang selalu menepati janji. Tidak ingkar dan tidak berdusta. Karena menjalankan sebuah amanah dengan baik, akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi sebagai balasannya.
Hal ini tentunya menjadi pembelajaran yang baik untuk anak. Mereka akan terbiasa menepati janji. Serta menyampaikan sesuatu sesuai dengan yang diminta atau diperintahkan.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Tabligh artinya menyampaikan. Rasul diperintahkan untuk menyampaikan seluruh ajaran yang diterima dari Allah kepada umat beliau. Rasul pun menjalankan perintah tersebut. Beliau menyampaikannya sesuai dengan apa yang Allah berikan agar menjadi pedoman bagi kehidupan.
Ajarkan anak untuk selalu menyampaikan amanah sesuai yang diminta. Sehingga kelak, ia akan menjadi orang yang bertanggung jawab. Baik kepada dirinya sendiri ataupun orang lain.
© Ilsutrasi (Foto: Pixabay)
Di masa hidup Rasul, tugas yang diperintahkan kepada beliau bukanlah hal yang mudah. Terkadang, nyawapun menjadi taruhannya. Namun, Rasul memiliki kecerdasan untuk mengatasi hal tersebut. Beliau dikenal dengan sifat arif dan bijaksananya. Selalu membuat keputusan berdasarkan pemikiran yang matang.
Sifat inilah yang perlu diajarkan kepada anak. Agar kelak, saat mengambil keputusan, ia sudah memikirkannya dengan penuh pertimbangan. Memikirkan segala konsekuensinya. Sehingga ia tak akan menyesal dengan segala keputusan yang dibuat.
Untuk meneladani sifat Rasul, salah satunya adalah dengan memberikan anak penunjang belajar yang baik. Di sinilah peran penting sebagai orangtua agar ia dapat belajar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (mut)
(Sumber: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?