6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Instagram @yavabali
DREAM.CO.ID - Berawal dari sebuah perusahaan kecil di Bali, YAVA kini tumbuh menjadi pemimpin pasar granola di Indonesia. Untuk setiap produknya, YAVA terus berkomitmen untuk menggunakan bahan-bahan asli Indonesia.
CEO YAVA, Christopher Lawrence Bailey mengatakan bahwa pihaknya bukan hanya menjual makanan namun juga membawa sebuah perubahan.
" YAVA tidak hanya menjual makanan, kami membawa sebuah perubahan. Kami percaya bahwa makanan bisa menjadi jembatan antara keberlanjutan, kemanusiaan, dan kenikmatan," ungkap Christoper dari berita tertulis diterima DREAM.CO.ID.
" Semangat ‘The Joy of AND’ adalah fondasi utama kami, di mana hidup sehat tidak lagi soal memilih, melainkan merayakan keseimbangan antara enak dan bergizi, tradisi dan inovasi, bisnis dan dampak sosial," sambung dia.
Untuk mewujudkan filosofi `The Joy of AND`, YAVA meluncurkan inovasi terbarunya, YA'Bar: The MORE Bar. Camilan ini hadir dengan ukuran 40% lebih besar, mengandung lima kali lebih banyak oats dibandingkan produk sejenis, serta diperkaya dengan 13% kacang mete asli.
Dengan pemanis alami gula lontar berindeks glikemik rendah, YA`Bar menawarkan camilan yang lebih mengenyangkan, padat nutrisi, dan memberikan energi seimbang tanpa lonjakan gula darah.
" YA`Bar menjadi bukti bahwa camilan sehat bisa praktis, bernutrisi, dan tetap memuaskan," kata Lydwina Suherli, Marketing Director YAVA.
" Kami ingin menghadirkan makanan sehat yang tetap enak, berbahan lokal, serta dikemas dengan nilai gizi dan kepraktisan untuk mendukung gaya hidup modern. Lewat YA’Bar, kami membuktikan bahwa camilan sehat tidak harus membosankan," sambungnya.
Strategi produk di balik YA'Bar adalah menghadirkan “ indulgensi fungsional” yang menjawab kebutuhan konsumen urban dengan gaya hidup sibuk namun tetap peduli kesehatan.
Data internal YAVA menunjukkan tren konsumen yang beralih dari sarapan tinggi karbohidrat, seperti roti dan kue, ke pilihan camilan praktis dengan gizi seimbang. Temuan inilah yang menjadi dasar YAVA memperkenalkan YA’Bar sebagai perwujudan “ The Joy of AND” untuk mendukung gaya hidup sehat.
Untuk memperkuat pesan “ The Joy of AND”, YAVA menggandeng Nana Mirdad sebagai Brand Ambassador. Sosoknya dinilai merepresentasikan gaya hidup modern yang seimbang antara kesibukan, keluarga, dan komitmen terhadap kesehatan tanpa harus memilih antara enak dan sehat.
“ Sebagai seseorang yang sangat menghargai kesehatan tetapi juga menyukai makanan yang benar-benar enak, YAVA sangat cocok dengan gaya hidup saya. Tidak ada lagi dilema antara rasa dan nutrisi,” ujar Nana Mirdad.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
