5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Penginapan Murah (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi virus corona menjadi pukulan berat bagi industri. Salah satu sektor yang terdampak cukup berat adalah industri penginapan murah.
Bahkan, diprediksi biaya sewa penginapan murah yang terafiliasi dengan Airbnb meningkat ketika industri pariwisata kembali dibuka. Sebabnya, baik pemilik penginapan maupun Airbnb sama-sama terkenda dampak Covid-19.
AirBnB merupakan online marketplace pemesanan sewa kamar pribadi, apartemen maupun rumah. Biasanya, mitra Airbnb menyewakan rumahnya secara harian seperti kamar hotel sehingga bisa jadi penghasilan tambahan.
Harian Telegraph melaporkan saat pandemi usai, hotel akan menerapkan protokol keamanan baru untuk mencegah penularan Covid-19. Hotel perlu menambahkan biaya kebersihan, pengadaan perlengkapan yang baru, dan mengosongkan sejumlah kamar untuk menjaga jarak sosial tamu.

Penginapan murah Airbnb di Bangkok (Shutterstock.com)
Pengamat industri wisata memprediksi tambahan fasilitas itu bakal menjadi beban biaya hotel dan Airbnb. Biaya yang bertambah itu akan dibebankan kepada konsumen.
Seorang pakar bahkan mengatakan biaya yang akan dibayarkan konsumen kemungkinan bisa mencapai empat kali lipat. Selain itu, persewaan Airbnb nantinya juga menjadi lebih sulit ditemukan konsumen.
CEO perusahaan agen real estate Redfin, Glenn Kilman, juga menjelaskan saat ini sejumlah pemilik Airbnb sedang melikuidasi asetnya untuk sementara. Pemilik hunian AirBnB mengungkapkan masalah yang mereka hadapi selama pandemi.
Mereka terancam harus menjual aset rumah maupun properti untuk membayar utang dan cicilan. Pemasukan yang tidak lancar akibat tidak ada tamu yang menginap.
Itu menunjukkan banyak mitra Airbnb yang tidak punya cadangan keuangan sebanyak jaringan hotel besar. Para mitra ini juga kemungkinan akan menjual properti mereka untuk dapat menghasilkan uang.

Hotel murah (Shutterstock.com)
Federal Reserve Bank of St. Louis bahkan mengungkapkan properti yang disewakan untuk Airbnb dapat dijual dengan harga di bawah nilai pasar.
" Akan ada banyak penjualan yang berkorelasi di daerah-daerah tertentu karena berada di lokasi wisata. Mungkin sejumlah unit properti dalam jumlah besar terjual di daerah tersebut," jelasnya.
Modal dari para pengusaha Airbnb memang tidak sebesar jaringan hotel besar. Akibatnya, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan. Salah satu jalan keluarnya adalah harus menjual aset mereka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?