Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)
Dream - Ajang tahunan Indonesia Fashion Week (IFW) semakin dekat. Mengusung tema 'Cultural Values', perhelatan busana ini akan mengangkat budaya Kalimantan.
Rumpun masyarakat Kalimantan yang terdiri dari berbagai etnis memberi nuansa unik tersendiri. Namun sayangnya, budaya Kalimantan masih kalah eksis dari yang lain.
Hal itu menjadi fokus utama Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam memperkuat fashion lokal di ranah global.
"Belum banyak yang mengangkat khasanah budaya Kalimantan. Kami ingin selalu memiliki ikon dari setiap daerah Indoesia. Tahun lalu sudah ada Toba, Borobudur dan Labuan Bajo," tutur Poppy Dharsono, Ketua Umum APPMI di Jakarta, Rabu 23 Januari 2019.
Sebanyak 200 desainer Tanah Air akan menampilkan ragam busana Muslim dan konvensional. Bahan yang digunakan berasal dari Kalimantan, seperti kain Sasirangan, tenun Pagatan, benang bintik dan sarung Samarinda.
Tak hanya busana, nuansa Borneo juga dituangkan ke dalam dekorasi, make up dan aksesoris seperti headpiece berbulu. Ragam ilustrasi perisai, flora, dan fauna, akan ditonjolkan.
Desainer dari Australia, Peru, Prancis, Inggris, Myanmar, dan Uzbekistan, juga akan menampilkan hasil karya mereka. Perhelatan ini sekaligus menjadi ajang bisnis dan pertukaran budaya.
"Tiap desainer punya karakter yang mampu mengadaptasi segala macam warisan budaya sebagai inspirasi mereka. Harapannya agar budaya Kalimantan dapat semakin mendunia sehingga menumbuhkan ekonomi dan pariwisatanya," ujar dia.
IFW akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 27-31 Maret 2019. Beberapa desainer kondang yang akan meramaikan acara diantaranya Poppy Dharsono, Ivan Gunawan, Nanie Rachmat, Harry Ibrahim dan Jeny Tjahyawati.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
