Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Prestasi akademik anak di sekolah sampai saat ini masih jadi patokan utama dalam menilai kesuksesan seorang anak. Ranking di kelas serta nilai yang bagus selalu jadi nilai yang dianggap lebih.
Padahal faktanya kesuksesan akademik anak di sekolah tak lantas menjamin kesuksesannya di masa mendatang. Banyak aspek yang juga berperan dan seringkali terabaikan oleh orangtua.
Orangtua memainkan peran yang sangat besar dalam memelihara motivasi dan keyakinan anak-anak mereka dalam diri mereka. Psikolog Universitas Stanford, Carol Dweck menciptakan istilah, "pola pikir berkembang" setelah melakukan beberapa dekade penelitian ilmiah tentang bagaimana anak-anak dan remaja menjadi sukses.
"Keberhasilan dan pencapaian melampaui kemampuan dan nilai akademik anak. Ketika anak-anak mampu mengembangkan pola pikirnya, mereka melihat diri mereka sendiri sebagai pribadi yang kreatif dan inovatif," ujar Dweck.
Lalu bagaimana orangtua mendorong anak-anak mereka untuk mengembangkan pola pikir dan kepercayaan diri?
© Dream
Dengan berjalan bersama anak-anak dalam proses belajar mereka.
Dorong perspektif anak agar menjadi lebih luas, pancing kemampuannya untuk menghasilkan ide-ide baru, dan tentunya belajar banyak dari kesalahan yang dilakukannya.
Contohnya, bisa mengungkapkan pernyataan-pernyataan berikut. Sangat penting untuk membantu anak mengembangkan pola pikir dan menjadi kritis.
1. "Kakak/ adik coba lihat masalahnya lebih detail lalu coba temukan solusinya"
Pernyataan ini sangat penting untuk mendorong anak belajar menganalisis dan merangsang kemampuannya mengatasi masalah.
2. "Sangat menyenangkan bisa menemukan cara/ jalan baru"
Saat anak menemukan rute baru menuju tempat les atau sekolahnya atau ia berkreasi mengolah makanan di rumah, ini menandakan anak mulai berani mengembangkan ide kreatifnya. Penting untuk terus memotivasinya.
3. "Mama bangga kakak/ adik bisa mengungkapkan pemikiran tanpa takut"
Penting untuk mengajarkan anak mempertahankan pendapatnya jika ia memang merasa benar. Pernyataan ini mengembangkan integritas dan menanamkan nilai positif serta pendirian pada anak.
4. "Mama/ papa yakin kamu akan belajar dari pengalaman ini"
Saat anak melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan penting untuk mengungkapkan hal ini. Rasa percaya diri anaknya biasanya sedang dalam titik rendah. Dengan mengungkapkan hal tersebut sangat membantu membentuk mentalnya.
Sumber: Psychology Today
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari