Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Speedboat Ferrari. (foto: Carscoops)
Dream – Ferrari memang merupakan salah satu produsen supercar. Tapi siapa sangka, perusahaan otomotif berlambang kuda jingkrak ini juga memproduksi kapal yang bisa ngebut di air. Harganya pun fantastis, bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
Dikutip dari Carscoops, Selasa 13 Oktober 2020, “kapal petir” ini bernama Ferrari Arno XI 1952. Kapal ini diciptakan untuk mengejar rekor kecepatan dunia di kelas 800 kg. Ferrari membuat kapal ini bersama dengan pembalap speedboat Achille Castodi. Castodi diketahui mengajukan proyek itu kepada Enzo Ferrari.
Castoldi awalnya membeli mesin V12 4,5 liter untuk proyek itu dari Ferrari 375. Kemudian, Enzo memutuskan mesin yang lebih banyak tenaga untuk mencetak rekor baru. Karena inilah, mesin dimodifikasi dengan rasio kompresi baru, busi ganda untuk setiap silinder, dan dua supercharger yang besar.
Secara keseluruhan, mesin ini menghasilkan 550-600 hp sesuai untuk kebutuhan balapan. Mesin V12 itu bukanlah satu-satunya yang unik bagi Ferrari Arno XI.
Speedboat ini berdesain aerodinamis dan didominasi oleh hardwood dan dilapisi dengan mahogany veneer. Bagian bodi dicat dengan warna merah khas Ferrari dan ada jok kulit berwarna merah.
Kapal ini juga punya sirip hiu yang besar dan membentang dari kepala kapal hingga ujung belakang. Desain ini membantunya untuk mencetak rekor kecepatan 242 km per jam.
Produk otomotif ini dipugar dan telah disertifikasi di Ferrari Classiche.
Kapal ini terakhir kali diperdagangkan di Rumah Lelang Sotheby pada 2012. Kala itu, Ferrari Arno XI dijual seharga US$1,01 juta (Rp14,88 miliar).
Kini, speedboat ini dijual di doPont Registry. Sang penjual member tahu Business Insider dengan harga US$12 juta (Rp176,48 miliar).
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?