Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Savana Propok (Shutterstock.com)
Dream - Destinasi wisata Bukit Propok di Taman Nasional Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, ditutup kembali sementara waktu. Pemicunya, video yang merekam sejumlah turis asing tengah berpesta dugem sembarangan viral di media sosial.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady, mengatakan penutupan diberlakukan mulai Rabu, 5 Agustus 2020. Pihaknya juga segera menggelar evaluasi melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.
" Kita akan evaluasi bersama dengan pemerintah daerah, kelompok sadar wisata, dan kepala desa," ujar Dedy, dikutip dari Liputan6.com.
Dari hasil evaluasi terakhir, Dedy mengatakan ditemukan dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 oleh wisatawan asing yang berkemah di Bukit Propok. Dugaan pelanggaran tersebut yaitu pesta dugem yang digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2020 yang kemudian viral di media sosial.

Savana Propok (Shutterstock.com)
" Menurut kami itu melanggar. Solusinya cuma satu, kita tutup sementara karena jenis pelanggaran bisa membuat kluster baru penyebaran Covid-19," kata dia.
Mengenai batas waktu penutupan, Dedy mengatakan hal itu bergantung pada hasil evaluasi bersama antara pemda, kepala desa dan pokdarwis. Sebab, institusi tersebut diberikan hak untuk mengelola kawasan itu.
" Bisa jadi ada pembenahan standar operasional prosedur pemeriksaan pengunjung dan alat-alat yang bisa menimbulkan kebisingan di sepanjang pendakian dan areal perkemahan," kata dia.

Bukit Propok di pagi hari (Shutterstock.com)
Dedy berharap penutupan sementara salah satu destinasi populer di Gunung Rinjani dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya para pengunjung. Mereka wajib mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
" Tanggung jawab tersebut bukan hanya dilakukan oleh BTNGR dan pokdarwis selaku pengelola, tapi jadi tanggung jawab bersama, khususnya pengunjung," kata Dedy.
Sebelumnya, Bukit Propok dibuka pada 7 Juli 2020 setelah lebih dari tiga bulan tutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Destinasi tersebut kembali menerima pengunjung bersamaan denan beberapa tempat wisata lain seperti Air Terjun Joben dan Mangku Sakti.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari