Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ayah Dan Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah bayi lahir, ibu cenderung lebih banyak mengurusnya. Mulai dari menyusui, memandikan, mengganti popok hingga menidurkan. Hal ini memang sangat alamiah karena bayi sangat membutuhkan ibunya.
Tapi bukan berarti peran ayah dikesampingkan. Sangat penting untuk melibatkan para ayah dalam mengurus bayi yang baru lahir. Bukan hanya untuk meringankan tugas ibu namun juga membantu ayah membangun ikatan dengan buah hatinya.
Penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Child and Family Studies, melihat data pada 182 pasangan yang ditanyai dan diamati berinteraksi dengan anak-anak mereka pada dua kesempatan. Yaitu pada tiga bulan setelah kelahiran, kemudian lagi pada sembilan bulan.
Para ayah yang merasa tak banyak mengasuh di awal kelahiran, baru merasakan kedekatan dengan anak-anaknya 6 bulan kemudian.
"Para ayah menunjukkan pengasuhan berkualitas rendah, seperti yang ditunjukkan dengan kepekaan yang menurun, dan keterlibatan yang kurang karena tak banyak dilibatkan oleh istrinya saat mengurus bayi," ujar Lauren Altenburger, penulis utama penelitian tersebut, seperti dikutip dari Time.
Untuk itu sangat dianjurkan untuk melibatkan lebih banyak peran ayah saat mengurus bayi baru lahir. Para ayah ini sebenarnya sangat ingin terlibat namun mereka kadang merasa kurang percaya diri.
Menggendong tubuh bayi yang begitu mungil atau menenangkannya saat menangis memang sedikit membuat ayah panik. Mintalah para ayah untuk duduk di sofa, kemudian taruh si kecil di gendongannya.
Ayah pasti akan belajar membuat si kecil nyaman, meskipun awalnya akan terasa sangat kaku. Bayi pun jadi akan mengenali aroma dan bahasa tubuh ayahnya. Hal ini sangat baik untuk membangun ikatan emosi keduanya.
Sumber: Time
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari