7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Mesin Cuci Bukaan Depan (Foto: Shutterstock)
Dream - Mesin cuci termasuk perangkat rumah tangga elektronik yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Penggunaannya bisa setiap hari, bahkan hingga 2 sampai 3 kali. Untuk itu penting melakukan perawatan rutin.
Merawat mesin cuci dengan baik sangat berpengaruh pada daya tahan dan kinerja perangkat secara keseluruhan. Dengan begitu, risiko kerusakan bisa diminimalkan. Kalau sudah rusak, bakal merepotkan diri sendiri apalagi saat ini berlaku pembatasan sosial.
Tak hanya itu, perawatan juga akan mengurangi kontaminasi bakteri dan kuman berbahaya yang banyak tumbuh di mesin cuci.
" Membersihkan mesin cuci sebaiknya dilakukan minimal dua kali dalam sebulan setelah mesin cuci digunakan dengan kapasitas maksimum. Penting diingat, jika mesin cuci yang digunakan dirawat dengan baik, pakaian yang dicuci pun pastinya akan lebih terjaga kebersihannya," ujar Tyo Sulistyo, Customer Care Manager Beko Indonesia, dikutip dari Liputan6.com.
Bagaimana cara merawat mesin cuci secara mandiri di rumah? Ikuti saja langkah mudah berikut.
© Dream
Setelah mencuci berbagai jenis pakaian kotor, tak jarang virus dan bakteri tertinggal di tabung mesin cuci. Karenanya, kebersihan bagian tabung mesin cuci perlu diperhatikan dengan saksama.
Kamu bisa bisa membersihkan tabung dengan mengoperasikan mesin cuci tanpa isi. Set pada kapasitas terendah untuk membersihkan dan membilas tabung hingga seluruh proses selesai.
© Dream
Sisa-sisa detergen kerap tertinggal di laci penyimpanan. Sedangkan bagian filter, acap kali tersumbat oleh serat kain yang menempel. Jika dibiarkan, bakteri dapat berkembang biak dan kinerja mesin cuci pun ikut terhambat.
Untuk membersihkan bagian ini, lepaskan laci tempat penyimpanan detergen dan filter mesin cuci. Kemudian, sikat menggunakan sikat gigi bekas untuk menghilangkan sisa detergen dan serat kain, lalu bilas dan keringkan.
© Dream
Menjaga pembuangan air tidak tersumbat berarti membantu mesin cuci agar dapat bekerja secara optimal. Agar tak menyumbat, pastikan Anda selalu memeriksa kantung baju dan celana dan mengeluarkan isinya.
Hilangkan tisu, kapas, dan benda-benda kecil lain yang berpotensi menyumbat saluran pembuangan. Selalu periksa saluran pembuangan air minimal tiga bulan sekali.
© Dream
Mesin cuci seharusnya tidak diletakkan di tempat lembap, termasuk di kamar mandi. Karena selain dapat merusak komponen mesin cuci sehingga menyebabkan karat, area yang lembap juga menjadi tempat berkembangbiaknya berbagai bakteri serta kuman penyebab penyakit.
Laporan Dinny Mutiah/ Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?