Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Screening Di Bandara (Foto: Edition.cnn.com)
Dream – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut program screening bagi wisatawan dengan pengecekan suhu tubuh sebenarnya tidaklah efektif. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap program screening yang dilakukan oleh CDC di beberapa bandara AS sejak awal Januari hingga pertengahan September lalu.
Tujuan screening adalah untuk mendeteksi penumpang yang mengalami gejala infeksi Covid-19. Juga untuk mendapatkan informasi kontak mereka guna data kesehatan.
Melansir dari CNN, CDC mengatakan program ini adalah upaya pendeteksi virus yang tidak efektif. Antara 17 Januari hingga 13 September 2020, CDC melakukan screening terhadap lebih dari 766 ribu penumpang.
Hampir 300 orang memenuhi kriteria penilaian kesehatan masyarakat, 35 orang melakukan tes virus corona, dan 9 orang dinyatakan positif. Dari data tersebut didapati temuan program ini mengidentifikasi sekitar satu kasus per 85 ribu penumpang yang di-screening. Tentu sangat tidak efektif.
© Ilustrasi screening pengecekan suhu di bandara (Foto: Freepik.com)
Screening ini tampaknya tidak memberikan hasil yang maksimal karena beberapa alasan. Pertama, Covid-19 memiliki gejala non-spesifik yang umum terjadi pada infeksi virus lain.
Alasan kedua, banyaknya kasus orang tanpa gejala. Sedangkan alasan ketiga, penumpang mungkin menghindari langkah pendeteksi virus.
Selain itu, CDC juga membagikan informasi kontak dengan departemen kesehatan setempat untuk 68 persen penumpang yang di-screening. Mereka menemukan ada kesalahan pengumpulan data.
Bahkan beberapa negara bagian memilih untuk tidak menerima informasi tersebut. Akhirnya CDC menghentikan program screening di bandara pada 14 September lalu.
Sebaliknya CDC berkonsentrasi pada komunikasi dengan lebih banyak penumpang untuk mempromosikan langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan. Mereka juga meningkatkan kapasitas respon kesehatan masyarakat saat masuk di pelabuhan.
Menurut CDC, para wisatawan dan lembaga masyarakat lokal akan lebih terlindungi jika ada pengumpulan informasi kontak yang lebih efisien untuk penumpang udara internasional sebelum mereka tiba. Sedangkan data mereka sudah dikirim ke departemen kesehatan AS.
Tes Covid-19 bisa dilakukan 72 jam selama keberangkatan. Kemudian tes lagi saat tiba di bandara justru akan sangat lebih baik. Ditambah dengan aturan karantina bagi para wisatawan selama jangka waktu tertentu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya