5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Kerusakan Lantai/ Foto: Shutterstock
Dream - Penggunaan kursi di rumah saat pandemi seperti sekarang memang lebih sering. Mulai dari bekerja, sekolah, hingga melakukan aktivitas lain. Sering kali terlihat jelas bahwa lantai rumah mulai rusak karena pergerakan kursi.
Gesekan antara kursi dan lantai yang terus menerus dapat menyebabkan kerusakan parah, terutama pada material lantai yang tak cukup kuat. Perhatikan kondisi lantai, bila muncul garis hitam hingga menggores cukup dalam tentunya akan menggangu tampilan lantai.
Biasanya lantai di ruang kerja, ruang makan, atau ruang yang penuh dengan kursi dan selalu diduduki. Material lantai dengan lapisan kayu jadi yang paling bermasalah karena gesekan kursi.
Tak seperti lantai yang terbuat dari batu atau keramik yang cenderung tak mudah rusak karena gesekan. Hal yang harus mendapat perhatian utama dari kerusakan lantai karena gesekan adalah ruang makan dan ruang kerja.
© Dream
Kaki kursi di ruang makan biasanya banyak diseret. Hal tersebut dapat menimbulkan goresan panjang yang membuat retak dan berlubang. Untuk mencegah kerusakan bisa meletakkan bantalan flanel pada kaki kursi kayu agar tidak menggores lantai.
" Kita sering bergerak secara tidak sadar dan ini dapat menyebabkan kerusakan lantai dengan melakukan tindakan pencegahan ini, bisa membantu melindungi material lantai," ujar George Leigh, ahli interior.
Solusi lain yang mungkin adalah meletakkan karpet di bawah meja dan kursi. Ketebalan karpet akan melindungi gesekan tajam dan keras yang bisa merusak lantai. Pada kursi yang sering digunakan sebaiknya ditempelkan bantalan.
Sumber: DecorTips
© Dream
Dream - Salah satu area rumah yang seringkali luput dari perhatian dan jarang dirawat adalah lantai. Padahal setiap hari lantai mendapat tekanan dan gesekan yang membuatnya bisa rusak dengan mudah.
Bukan hanya sekadar dipel, lantai juga butuh perawatan khusus. Hal ini juga harus disesuaikan dengan materialnya. Berikut beberapa panduan merawat lantai agar tahan lama.
1. Ubin Keramik
Pilihan ubin keramik memang paling banyak digunakan karena perawatannya terbilang praktis. Dari segi tampilan pun ubin keramik juga tergolong elegan dan berkelas. Selain itu, cara membersihkannya juga tak membuat kebanyakan ibu-ibu kerepotan.
Perlu diperhatikan bahwa kita perlu menyikat bagian sambungan atau net keramik. Bagian ini merupakan yang paling mudah terkena kotoran hingga ditumbuhi jamur. Jadi, pastikan dalam kurun waktu tertentu rutin untuk menyikatnya.
© Dream
Untuk tampilan lantai rumah yang mewah dan berkelas, material batu alam memang sering jadi pilihan. Lantaran sifat material ini yang berpori membuat kita harus ekstra untuk merawatnya.
Pastikan material lantai dari batu alam baik granit atau marmer ini bebas dari genangan air. Jika tidak sengaja terkena tumpahan air, maka sesegera mungkin agar mengeringkannya dengan kain pel. Tak hanya itu, lakukan coating berkala pada material batu alam ini untuk memberikan perlindungan tambahan pada lantai.
© Dream
Bila ingin membuat nuansa hangat dan homey, maka pilihan yang sangat tepat adalah dengan menggunakan bahan material lantai parket kayu ini. Sama halnya dengan material batu alam, parket kayu juga rentan terhadap genangan air.
Air akan membuat matrerial parket kayu mudah rapuh, sehingga kalau tidak segera dibersihkan saat terkena noda atau air akan membuat lantai cepat mengalami kerusakan. Saat mengepel lantai, pastikan menggunakan kain pel yang lembap dan tidak terlalu basah.
Lantai parket juga rentan terhadap permukaan yang tajam karena mudah tergores. Oleh karena itu, baiknya Moms memberikan karet pelindung tambahan pada semua perabot dan hindari memindahkan perabot dengan cara diseret atau didorong, melainkan diangkat, untuk menghindari lantai rumah tergores dan rusak.
4. Vinyl
Material vinyl memiliki tampilam hampir serupa dengan parket. Vinyl diketahui memiliki daya tahan lebih baik dari air. Hindari juga vinyl dari genangan air karena lem yang digunakan sebagai perekat pada permukaan lantai dapat rusak. Material lantai rumah ini juga serupa dengan parket, yaitu lemah terhadap permukaan tajam sehingga karet pelindung untuk furnitur rumah.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?