6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bebek Peking (Foto: Pixabay)
Dream - Sajian bebek Peking memang selalu menggugah selera siapapun yang melihat dan menghirup aromanya. Kulit bebek yang garing dan mengkilap, serta potongan dagingnya yang sangat empuk dan kaya bumbu.
Ditambah dengan saus hoisin serta sayuran sebagai pelengkap. Bebek peking ini juga dinikmati dengan kulit lumpia, irisan daun bawang serta mentimun. Menu ini memang cukup mahal, sejarahnya pun menunjukkan kalau bebek Peking bukan menu biasa.
Dikutip dari Culture Trip, bukti sejarah mengungkap kalau menu bebek Peking tercatat dalam bentuk buku resep dari tahun 1330 milik seorang dokter gizi Kekaisaran China bernama Hu Sihui. Hu menuliskan pembuatan bebek Peking yang sangat rumit.
Salah satunya, tahapan bebek yang dipanggang didalam perut domba. Masakan bebek Peking ini awalnya berasal dari bekas ibukota China, Nanjing, yang terletak di provinsi timur Jiangsu.
Pada zaman dinasti Ming, ketika kekaisaran pindah ke Beijing, masakan ini juga dibawa. Saat itu, bebek Peking adalah makanan pokok pada menu kekaisaran menu.
Saat pemeritahan dinasti Qing, bebek Peking menyebar ke kaum bangsawan, di mana hidangan itu banyak dipuji dalam tulisan-tulisan para sarjana dan penyair.
Rasanya yang lezat, teksturnya yang lembut lalu jadi buah bibir. Hal ini tak lepas dari proses memasaknya yang sangat rumit.
Memasak bebek Peking dimulai dari pemilihan bebek yang terbaik. Bebek berbulu putih dibebaskan di pekarangan selama 45 hari. Setelah itu, bebek diberi banyak makanan selama 15 hingga 20 hari.

Setelah itu, disembelih, dibersihkan, dicuci, dan direbus. Udara kemudian dipompa di bawah kulit sehingga terpisah dari lemak.
Selanjutnya, bebek digantung hingga kering dan dilapisi dengan sirup maltosa untuk membuat kulit ekstra renyah.
Baru kemudian bebek dipanggang. Bisa menggunakan oven tertutup tradisional atau metode gantung yang dikembangkan pada 1860-an. Dua restoran bebek Peking yang paling terkenal di Beijing mewakili dua tradisi pemanggangan yang berbeda.
Restoran Bianyifang yang sudah ada sejak abad ke-15, menggunakan metode oven tertutup, di mana bebek dimasak oleh panas yang memancar dari dinding oven.

Sementara itu, restoran Quanjude menggunakan teknik oven gantung yang ditemukan oleh pendirinya, Yang Quanren. Dalam metode ini, bebek digantung dengan pengait yang terpasang di langit-langit dan dipanggang di atas kayu yang terbakar.
Panas dari asap akan membuat kulit bebek menjadi garing. Sementara bagian dalamnya sangat lembut. Luar biasa memang menu bebek satu ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya