Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Marshmallow/ Foto: Shutterstock
Dream - Permen marshmallow jadi favorit anak-anak karena rasanya yang manis dengan tekstur kenyal. Saat menggigitnya, muncul sensasi unik. Permen ini juga biasanya jadi campuran minuman hangat seperti kopi dan cokelat.
Biasanya, marshmallow berwarna putih dan berbentuk bulat, tapi ada juga yang warna-warni dengan beragam bentuk. Sahabat Dream mungkin belum tahu kalau permen ini dulunya merupakan obat batuk.
Nama marshmallow sebenarnya ini diambil dari nama bunga liar yang berasal dari Afrika. Akar dari bunga marshmallow ini digunakan untuk meredakan radang tenggorokan. Selain meredakan radang tenggorokan, marshmallow dahulu digunakan oleh Hippocrates untuk mengobati memar dan kehilangan darah.
Tak hanya itu, dokter di zaman Romawi menggunakannya sebagai obat sakit gigi. Bunga Marshmallow ternyata juga bisa menyembuhkan gatal akibat gigitan serangga, bengkak, ataupun iritiasi kulit.
Orang Mesir kemudian membuat akar bunga marshmallow yang dicampur dengan madu. Makanan ini kemudian sampai di lidah orang-orang Eropa. Resep ini kemudian dikembangkan oleh orang Prancis. Mereka menambahkan putih telur sebagai bahan pembuatannya. Resep ini bahkan bertahan hingga pertengahan 1800-an.
Seiring berjalannya waktu, gelatin pun akhirnya digunakan sebagai pengganti bunga Marshmallow. Pada 1984, Alex Doumak selaku pemilik dari salah satu pabrik marshmallow, berusaha mempercepat produksi. Ia pun mematenkan sebuah produksi ekstrusi yang membuat tektur marshmallow menjadi lebih kenyal dan manis.
Saat ini, kebanyakan resep marshmallow terbuat dari sirup jagung, gula gelatin, gum arabic, dan juga perasa. Marshmallow dicetak dengan cetakan berbentuk pipa panjang, kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Saat ini, kamu bisa menyantap marshmallow dalam berbagai sajian. Selain dimakan langsung, bisa juga menyantapnya dengan dibakar terlebih dahulu. Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id
Dream - Bagi Sahabat Dream yang suka dengan hidangan Korea mungkin sudah akrab dengan sajian kimchi, kimbap, jajangmyeon, atau bulgogi. Nah, satu satu camlilan klasik Korea yang usianya bahkan sudah mencapai 1000 tahun.
Penasaran? Camilan tersebut adalah permen yang disebut Yeot. Bukan sekadar permen biasa, ternyata pembuatan Yeot juga merupakan tradisi keluarga turun temurun.

Melansir dari berbagai sumber, tradisi membuat Yeot secara tradisional ini masih dilakukan keluarga di Chungju, Korea Selatan.
Dipercaya, Yeot yang dibuat keluarga tersebut sudah berusia sekitar 1000 tahun dan masih eksis hingga saat ini. Permen Yeot berwarna putih dan punya tekstur kering dan keras.
Ternyata, permen ini terbuat dari nasi putih dan ditambahkan bahan lain seperti bubuk jahe, bellflower, dan juga labu. Setelah itu dicampurkan dengan cairan malt yang dibuat dengan merendam biji barley atau jelai.
Yeot dibuat dengan cara yang cukup tradisional. Beras putih yang sudah dicuci kemudian ditiriskan, lalu dicampurkan dengan cairan rendaman biji barley dan air. Kemudian adonan difermentasi untuk menghasilkan zat manis.
Campuran yang manis ini dimasukkan ke dalam panci dan dipanaskan sebentar. Setelah didiamkan agak lama, maka adonan akan mengental seperti karamel. Adonan yang kental diletakan pada sebuah batang kayu untuk kemudian ditarik. Proses menarik adonan ini akan membuat warna yeot yang tadinya cokelat pekat menjadi lebih transparan.

Permen berwarna putih ini ternyata sudah dikenal sejak zaman Dinasti Goryeo. Yeot tradisional ini dulu hanya bisa dinikmati oleh kalangan bangsawan saja.
Baca selengkapnya di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya