Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Instagram Shafira)
Dream - Keindahan Braga menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Bandung, Jawa Barat. Jalanan yang terletak di kawasan Asia Afrika itu menawarkan pesona Bandung tempo dulu.
Tak hanya menarik dari sisi budaya, karena ternyata keunikan Braga bisa dituangkan dalam keindahan busana. Shafira merangkum suasana tahun 1920 hingga saat ini ke dalam 50 articles busana muslim.
Dalam panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, dipersembahkan koleksi NGABARAGA, yang menggambarkan sejarah Braga sebagai salah satu tempat hang out terkenal di Bandung itu.

“ Dulu, orang Sunda kalau mau ke sana pasti bilang Ngabaraga, yuk! Ngabaraga itu artinya tempat untuk bergaya atau nongkrong. Braga itu pusat perbelanjaan paling top tahun 1920. Banyak rumah mode eksklusif yang isinya fashion terbaru Paris. Makanya, Bandung juga disebut Paris Van Java,” tutur Deny Setiawan, CEO SHAFIRA di Jakarta Convencion Center pada Jumat lalu.
Menyasar para ibu muda sebagai target pasar, label busana muslim yang telah berdiri sejak 29 tahun ini sengaja memilih warna biru, hijau, cream, coklat, putih, oranye dan peach. Sedangkan untuk material dipilih bahan wool, cotton, chiffon, tenun Garut dan sutra Garut.

Dituangkan dalam siluet feminin, chic sekaligus androgynous yang terangkum dalam 4 segmen.
“ Pertama, suasana vintage 20-an dengan warna natural, gaya kolonial dan lebih androginy. Kedua itu pastel dan mix & match. Potret mojang yang manis. Menggunakan motif bunga-bunga sebagai simbol Kota Bandung. Ketiga itu Braga malam hari. Keempat lebih formal dengan kristal,” ujarnya.

Peluncuran koleksi ini pun didukung oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai perkembangan ekonomi kreatif yang fokus pada 4 bidang, Fashion, Food, Folk and Film.
“ Kami ingin mengenalkan perkembangan peradaban Bandung dengan menyalurkan bantuan moriil dan finansial secara stimulan,” imbuh Kenny Dewi Kaniasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya