Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Cium Bau Busuk Saat Panaskan Sup Jeroan Yang Baru Dibeli
Dream - Bagi sebagian orang jeroan sapi seperti usus atau babat mungkin terlihat menjijikkan untuk dijadikan santapan.
Namun jika diolah dengan benar, jeroan sapi bisa menjadi berbagai hidangan enak dan harganya cukup mahal.
Masakan yang menggunakan jeroan sapi bukan hanya ada di Indonesia saja. Jeroan sapi juga jadi makanan favorit warga negara Malaysia.
Salah satu masakan berbahan organ dalam sapi yang paling terkenal dan banyak dijadikan favorit di Malaysia adalah sup jeroan.
Masakan sup jeroan yang di Malaysia dikenal dengan sebutan sup perut ini berbahan utama babat dan usus sapi.
Karena rasanya yang istimewa itulah, seorang perempuan bernama Annisa Fakrulrazi tertarik untuk menikmati sup perut tersebut.
Sambil membayangkan rasanya yang menyegarkan, Annisa pun membeli satu porsi sup perut seharga 20 ringgit atau sekitar Rp66 ribu.
Annisa sengaja membeli sup perut di salah satu restoran terkenal karena tempat itu ramai pembelinya.
" Beli sup perut 20 ringgit. Katanya restoran itu laris karena rasanya enak,
" Jadi aku tergiur untuk membeli satu bungkus buat makan di rumah," katanya mengawali ceritanya.
Setelah sampai di rumah, Annisa bermaksud untuk memanaskan lagi sup perut itu sebelum memakannya.

Namun saat baru membuka bungkus sup perut itu, Annisa mencium bau yang sangat busuk mirip kotoran sapi.
Merasa penasaran, Annisa kemudian memeriksa usus sapi tersebut. Betapa kaget dan jijiknya Annisa melihat kondisi usus itu.
Ternyata, dua potong usus sapi yang sudah ditaruh dalam panci itu masih penuh dengan kotoran sapi.

Rupanya tukang masak di restoran tersebut tidak bersih saat mencuci usus hingga menyisakan kotoran sapi di dalamnya.

" Waktu mau panaskan sup itu baunya busuk. Aku lihat ada dua potong usus sapi penuh kotoran," tambahnya.
Annisa langsung menghubungi restoran tersebut untuk menyampaikan keluhan atas sup perut yang dibelinya.
Tapi jawaban restoran itu bikin Annisa jengkel. Dengan santai mereka bilang yang ada dalam usus itu bukan kotoran tapi lemak sapi.
" Dia bilang itu lemak yang ada dalam usus sapi. Dipikir aku tidak tahu apa bedanya lemak dengan kotoran sapi!" pungkas Annisa kesal.
Cuitan Annisa yang bercerita pengalaman pahit saat beli sup perut sapi ini bikin netizen merasa mual dan jijik.
Tidak sedikit yang mengatakan peristiwa ini seharusnya tidak boleh terjadi. Apalagi sup perutnya buat jualan.
Banyak yang merasa beruntung tidak pernah tertarik untuk mencicip makanan berbahan jeroan sapi.
" Tidak pernah makan sup perut dan enggak akan makan organ-organ dalam hewan baik empedu, hati, otak, lidah dan lain-lain."
" Lain kali bungkus lagi terus kembalikan ke restorannya. Suruh penjualnya makan kalau mereka bilang itu lemak sapi."
" Tak berani makan sup perut kalau bukan ibu aku sendiri yang memasaknya sebab takut kejadian seperti ini."
" Kembalikan aja ke restorannya trus suruh mereka makan yang katanya 'lemak' itu."
Sumber: Twitter
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya