Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Vonis kanker, terutama di stadium tinggi tentunya membuat kondisi psikologis pasien terguncang. Bukan hanya harus mengalami masalah fisik tapi juga psikologis. Seperti pada para pasien kanker payudara yang sudah bermetastasis.
Rasa sedih, putus asa, kehilangan semangat hidup serta ketakutan, dan kekhawatiran, terus bermunculan di kepala. Dukungan dan pendampingan dari keluarga dan orang terdekat (caregiver) jadi hal yang sangat dibutuhkan pasien kanker.
Pasalnya pengobatan bakal berlangsung lama. Semangat dan kegigihan harus dijaga. Aktivitas terapi bukan hanya dilakukan di rumah sakit dan ruang dokter, tapi juga di rumah.
" Butuh kematangan psikologis dari caregiver. Terutama dalam masa perawatan selama rawat jalan untuk mendukung pemulihan. Bagi pendamping pasien kanker, penting untuk memahami kondisi penyakit dan pengobatan secara detail, ini agar pendampingan yang diberikan bisa optimal dan membuat pasien merasa tenang dan nyaman," kata dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, dalam webinar yang digelar Pfizer, Rabu 30 September 2020.
© Dream
Pendamping pasien juga sebaiknya menjalin komunikasi intensif dengan dokter dan tim keperawatan. Perencanaan pengobatan pasien kanker sangat personal dan kompleks. Pasien tentunya membutuhkan pendampingan yang mumpuni agar target pengobatan bisa tercapai.
" Jika mengerti dan memahami, caregiver bisa berdiskusi dengan tim medis dan tenaga perawatan, obat atau terapi apa yang bakal diberikan dan rencana pengobatan ke depannya. Hal ini membuat proses pengobatan berjalan baik dan efektif," kata dr. Cosphiadi.
© Dream
Ia juga mengingatkan, sebaiknya keluarga menjelaskan secara jujur kondisi pasien. Jangan menutupi hasil pemeriksaan dari pasien, karena mereka berhak tahu. Tak selalu berdampak negatif, tapi dengan mengetahui kondisinya pasien kanker justru jadi bisa jadi lebih menyiapkan dirinya.
" Saya punya pemahaman, kalau kita tak memberikan info yang jelas pasien akan kebingungan. Menurut saya seorang pasien melalui caregiver bisa berdiskusi terkait target pengobatan dan penyakitnya, menghadapi masa up and down dan saling mendukung secara psikologis," kata dr. Cosphiadi
© Dream
Pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya peranan keluarga dan komunitas sebagai caregiver kanker payudara metastatis yang efektif bagi pasien sangatlah penting. Untuk mendukung hal tersebut Pfizer membuat program Asa Dara untuk para caregiver dan pasien.
" Kami bekerjasama dengan berbagai komunitas peduli kanker payudara metastatis dalam menyediakan dukungan psikososial yang dibutuhkan pasien, menyelenggarakan program edukasi yang memberdayakan peran caregiver dalam pengobatan, bertukar informasi, pengetahuan serta memberikan dukungan nyata," kata dr. Dyana Suwandy Medical Affairs Manager Pfizer Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya