6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Busana muslim kini tak lagi dipandang sebelah mata. Pamornya kian meningkat di kancah internasional, termasuk Korea Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh seorang warga Korea Selatan yang datang ke Indonesia. Ditemui di Bandung, Sunny Choi datang dari Negeri Ginseng untuk mempelajari modest wear.
" Saya datang kesini ingin belajar tentang busana muslim. Kebetulan saya berasal dari jurusan desain juga dan ingin memperdalamnya lagi," ujar Sunny ketika menghadiri acara Haflatu at Takhorruj Batch 4 di Bandung, Rabu 19 Desember 2018.
Ketertarikannya pada modest wear bermula dari persahabatannya dengan seorang muslimah Indonesia. Keduanya bertemu saat mengikuti sekolah desain di Australia.
" Banyak orang salah paham mengenai Islam. Mindset mereka, Islam adalah teroris. Aku ingin memberi tahu mereka kalau kalian ini sebenarnya orang baik, dan menurutku fashion dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif," paparnya.

Sunny yang juga memiliki bisnis e-commerce di Indonesia dan Malaysia berniat untuk mempromosikan budaya Tanah Air ke mancanegara.
" Planning ke depan bakal ngejual local product Indonesia dari fashion, tourism dan lainnya. Korea punya Hanbok. Sepertinya bagus jika dipadukan dengan kain Indonesia. Ini juga sebagai bentuk cultural globalization," ia mengimbuhkan.
Tak lama lagi, ia akan menempuh pendidikan di sekolah fashion muslim pertama Indonesia, Islamic Fashion Institute (IFI) Bandung. Sunny mengaku ingin memulai program belajar secepatnya.
Wanita penyuka style feminine ini sudah memiliki gambaran desain busana yang akan dibuatnya.
" Aku tertarik dengan kain tradisional Indonesia. Dengan background desain Korea dan western yang sudah kumiliki, aku ingin memadukannya dalam bentuk busana muslim," kata Sunny.
Namun, ia tak ingin gegabah. Perbedaan budaya membuatnya sangat berhati-hati. Sunny bertekad untuk mendalami budaya Islam.
" Sebelum itu, aku ingin belajar lebih dalam tentang kebudayaan Islam. Aku harus tahu sejarahnya terlebih dahulu. Aku ingin mendapatkan banyak inspirasi," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya