Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Entre Cordillera Restobar Solar/ Foto: Instagram @entrecordillerarestobar
Dream - Sinar matahari memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah vitamin D, yang kemudian banyak dimanfaatkan orang untuk menambah imunitas. Tak hanya itu, panas matahari juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah masakan.
Seperti yang dilakukan penduduk di desa Chilean Villaseca, Chili. Mereka memanfaatkan panas matahari untuk memasak. Caranya dengan kompor dan oven bertenaga surya.
Penasaran seperti apa memasak dengan panasnya matahari? Bisa berkunjung ke Entre Cordillera Restobar Solar. Restoran ini mengolah sekitar 80 persen hidangan dalam menunya menggunakan kompor bertenaga sinar matahari.

Foto: Instagram @entrecordillerarestobar
Menu yang ditawarkan yaitu daging, ayam, bahkan juga pizza. Semua makanan dimasak dalam kompor matahari di halaman yang menyerupai satelit. Kompor unik ini bisa memasak salmon hanya dalam beberapa menit.
Sang pemilik restoran, Jorge Armindo dan Luisa Ogalde juga memiliki kotak dengan bagian atas transparan yang dapat memanas secara perlahan. Benda ini dapat memasak daging selama sekitar empat jam dan menghasilkan tekstur yang lembut.
Cordillera Restobar Solar juga menawarkan dehidrator bertenaga surya untuk mengeringkan daging kambing (ch'arki). Ini digunakan untuk menyiapkan rebusan tradisional Andes yang disebut charquicán (dibuat dengan kentang dan labu, biasanya disajikan dengan telur di atasnya).

(Foto: Atlas Obscura)
Hidangan lain yang disediakan adalah cazuela (dibuat dengan daging dan tulang domba) dan makanan penutup seperti leche asada flan. “ Kami memasak hidangan yang terhubung dengan budaya warisan kami di Atacama ini,” kata Armindo. “ Dari susu hingga daging, kami menggunakan seluruh hewan.”
Lokasi restoran ini berada di tepi selatan Gurun Atacama, merupakan salah satu tempat terkering di bumi. Lokasinya secara geografis dipastikan mendapat sinar matahari konstan untuk bahan bakar memasak sepanjang tahun. Sangat menarik!
Laporan : Siti Sarah Al Hafizd/ Sumber: AtlasObscura
Buat kamu yang berjualan makanan atau suka memesan makanan secara online, bisa tengok ManisdanSedap.com. Selain membantu penggemar kuliner menemukan dan memesan beragam menu favorit, platform ini juga membantu para pemilik UMKM untuk menampilkan jualan mereka sebagai 'etalase'.
Lengkap dengan tombol pembelian langsung menuju ke nomor whatsapp Seller, pembeli dapat berinteraksi dengan Seller dan melakukan transaksi terpisah dari platform. Yuk, bikin usaha kuliner rumahanmu makin dikenal dengan ikutan gabung ke ManisdanSedap.com!
Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya