5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Instagram Lumipod_cabin
Dream – Liburan privat, maksimal lima orang di area sepi jadi pilihan yang cukup aman saat pandemi. Berkemah kini banyak dilakukan dan biasanya menggunakan tenda standar.
Bagaimana jika ingin berkemah dengan nyaman dan lebih mewah? Tengok saja LumiPods yang dibuat perusahaan Lumicene. Berupa kabin kecil yang bisa dengan mudah dibangun saat ingin berkemah.

Foto: Instagram lumipod_cabin
Kabin rakitan ini luasnya 17 meter persegi. Dilengkapi dengan kamar tidur dan kamar mandi sederhana. LumiPods memiliki kaca yang dapat dibuka agar mereka yang menggunakannya bisa menikmati pemandangan di segala sudut.

Foto: Instagram lumipod_cabin
Desainnya ternyata terinspirasi dari bentuk kepompong. Kaca pembatas sengaja dibuat lebar dengan diameter 5 meter dan dapat dibuka sesuai keinginan.
© Dream
Komponen LumiPods terdiri dari pintu masuk melengkung, jendela melengkung yang dapat dibalik, serta kamar tidur seluas 14 meter persegi.

Foto: Instagram lumipod_cabin
Kabin mini diklaim cukup kokoh untuk menahan sebagian besar iklim. Ingin bermalam di dalamnya, Sahabat Dream?
Laporan: Angela Irena Mihardja/ Sumber: BoredPanda
© Dream
Dream – Traveling atau jalan-jalan saat ini memang sangat tak direkomendasikan karena pandemi. Kita hanya bisa di rumah dengan pemandangan yang itu-itu saja.
Mungkin, jika tinggal di rumah perahu, kita bisa melihat pemandangan yang berbeda tiap harinya. Seperti rumah perahu Daigno, yang dikenal dengan sebutan Le Koroc, di Quebec, Kanada.
Rumah perahu ini tak terlalu besar dan dirancang agar ringan serta hemat energi. Pabrik yang memproduksi rumah apung ini berusaha keras untuk memilih bahan yang tidak hanya ringan tetapi juga kuat dan stabil.

Foto: Walk About Online
Itu sebabnya rumah ini dibuat dari balok kayu cedar putih dan didominasi oleh kayu lapis. Rumah perahu yang lebih kecil memiliki banyak keuntungan seperti biaya pembuatan lebih murah dan lebih mudah ditarik daripada rumah perahu yang besar.
© Dream
Rumah apung ini memiliki panjang 7,3 meter dan lebar 2,4 meter. Terdapat fasilitas rumah yang lengkap di perahu. Tiap furniturnya dibuat fungsional. Meja dapat diubah menjadi tempat tidur dengan kasur yang terbuat dari dua kursi bangku. Juga memiliki banyak ruang penyimpanan.

Ruang tamu dan dek terbuka berada berada di bagian depan kapal. Terdapat area barbeque dan tangki ikan untuk menyimpan ikan saat berada di atas air. Total biaya untuk membuat rumah perahu ini sekitar US $65.000 atau sekitar Rp931 juta yang mencakup semua fasilitas di dalamnya.
© Dream
Untuk menyediakan energi dan penerangan, rumah perahu ini dilengkapi panel surya 256 watt yang dipasang di atap logam. Menggunakan lampu LED yang membantu mengurangi penggunaan daya secara signifikan.

Area kamar mandi, menggunakan toilet kompos yang mudah dibersihkan dan dioperasikan. Garis atap rumah yang miring menciptakan ruang interior lebih besar sekaligus memberi bentuk dan kontur yang menyenangkan pada rumah ini.
Secara keseluruhan, rumah apung ini ideal bagi mereka yang senang memancing, menyukai satwa liar, dan menyendiri dengan bersantai di atas air. Seru, bukan?
Laporan: Elyzabeth Yulivia/ Sumber: WalkAboutOnline
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?